Tim Khusus IT OJK Teliti Perubahan Saldo Nasabah Mandiri

Senin, 29 Juli 2019 - 15:17 WIB
Tim Khusus IT OJK Teliti...
Tim Khusus IT OJK Teliti Perubahan Saldo Nasabah Mandiri
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerangkan telah mengirimkan tim khusus Informasi Teknologi (IT) ke Bank Mandiri untuk meneliti dan mengevaluasi lebih lanjut terkait gangguan sistem yang menimpa bank pelat merah tersebut pada Sabtu (20/7) lalu. Dimana dampaknya terdapat jutaan nasabah yang terkena dampak, hingga terdapat kasus perubahan saldo.

Meski begitu tim OJK tersebut memastikan tidak ada masalah berarti selain hanya soal teknis. Sistem Error yang menimpa Bank Mandiri dipandang sebagai momentum dalam melihat bagaimana kesiapan dan kehandalan perbankan Indonesia menghadapi digital banking terutama dalam sistem IT dan hal keamanan.

"Kami menjamin bahwa sistem perbankan aman, tetapi selain Mandiri kepada semua bank di Indonesia untuk selalu mengupdate sistem IT-nya. Meskipun kasus ini bukan disebabkan oleh serangan cyber, pihak bank harus mampu menyempurnakan sistem keamanan dan sistem IT di saat yang sama," tegas Kepala Departemen Pengawasan Bank OJK Hizbullah di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Lebih lanjut Ia juga menekankan OJK melakukan fungsi pengawasan, salah satunya terhadap Bank dan melakukan perlindungan konsumen. Terkait permasalahan Mandiri, OJK telah mengambil tindakan yaitu meminta Mandiri untuk memastikan bahwa tidak ada nasabah yang dirugikan secara materiil.

"Pada saat kasus terjadi pada Sabtu (20/7), OJK langsung melakukan fungsi pengawasan mikroprudensialnya. Klarifikasi dari Bank Mandiri sendiri mewakili bank nasional bahwa dari segi standar IT sudah memenuhi standar POJK yang ada, yang terjadi hanyalah sedikit persentase probabilitas error sistem dari segi IT. Itu adalah hal yang harus diupdate setiap saat," paparnya.

"Kita meminta Mandiri untuk memastikan bahwa sistem IT yang digunakan sekarang aman untuk kedepannya, kami juga meminta evaluasi dan teliti semuanya supaya hal ini tidak terulang. Karena meskipun tidak ada nasabah yang dirugikan secara materiil, dikhawatirkan adanya dampak lain," terang dia.

Hizbullah menerangkan bahwa sebenarnya POJK terkait manajemen risiko sudah ada khususnya dalam hal IT. Setiap bank diminta keterangan oleh OJK, ketika mereka mengeluarkan app baru terutama hal manajemen risiko.

"Karena perkembangan IT ini sangatlah pesat, kami juga pastinya menambahkan regulasi atau ketentuan baru setelah bisa mendalami masalah ini, setidaknya nantinya ada cara untuk memitigasi masalah serupa," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Merger dan Akuisisi...
Merger dan Akuisisi Bank Digital Demi Memperkuat Permodalan
OJK Kumpulkan 15 Bank...
OJK Kumpulkan 15 Bank Minta Revisi RBB Lebih Optimistis
Modal Naik Jadi Rp3...
Modal Naik Jadi Rp3 Triliun, Kesempatan Bank Besar Akuisisi Bank Kecil
Merger dan Akuisisi...
Merger dan Akuisisi Perbankan Tingkatkan Daya Saing
OJK Beberkan Kriteria...
OJK Beberkan Kriteria Bank Jangkar Penyangga Likuiditas Perbankan
Bunga Perbankan Single...
Bunga Perbankan Single Digit Memang Sulit, Tapi Trennya Menurun
Berita Terkini
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
1 jam yang lalu
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
3 jam yang lalu
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
3 jam yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
4 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
4 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved