Angkat UMKM Naik Kelas Berorientasi Ekspor Jadi Target Pengurus Baru ISEI

Selasa, 30 Juli 2019 - 01:11 WIB
Angkat UMKM Naik Kelas...
Angkat UMKM Naik Kelas Berorientasi Ekspor Jadi Target Pengurus Baru ISEI
A A A
BANDUNG - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) bakal mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Jawa Barat naik kelas dengan berorientasi ekspor. Peningkatan ekspor UMKM diharapkan dapat mendorong nilai kurs rupiah.

Ketua ISEI Komisariat Bandung Koordinator Jawa Barat Aldrin Herwani mengatakan, pihaknya akan melakukan sinergitas dengan Bank Indonesia (BI) agar program yang dilakukan lebih membumi. Salah satunya agar UMKM naik kelas. Yaitu UMKM dengan nilai aset dan sales bertambah dan orientasi ekspor.

"BI pusat berharap UMKM Jabar naik kelas. Sehingga bisa menopang nilai kurs. Kenapa, karena eksportir akan menghasilkan devisa negara. Banyak UMKM Jabar yang memiliki potensi ekspor," kata Aldrin usai pelantikan pengurus ISEI Komisariat Bandung periode 2019-2022 di Aula Bank Indonesia, Jalan Braga, Kota Bandung.

Upaya yang akan dilakukan ISEI, kata dia dengan pendampingan kepada pelaku UMKM. Namun pada tahap awal, pihaknya akan melakukan riset terlebih dahulu dengan meliputi lokasi pelaku usaha, jumlah aset, transaksi, dan produk. Dari hasil riset itu, akan terdeteksi persoalan yang dihadapi untuk pemetaan langkah ke depan.

"Sebelum eksekusi, kami riset dulu untuk melihat seperti apa kondisi UMKM-nya. Setelah itu, bersama BI Agustus kami akan mulai pendataan untuk dilanjutkan pendampingan," beber Aldrin.

Diakui dia, ke depan untuk menjaga stabilitas kurs dan ekonomi, pihaknya harus terjun ke dunia nyata. Saat ini, pemangku kepentingan tak bisa lagi mengandalkan lagi alat-alat moneter untuk kendalikan stabilitas. Tetapi harus melakukan tindakan nyata mendorong UMKM.

Gubernur Bank Indonesia Ferry Warjito mengatakan, pengembangan UMKM menjadi salah satu fokus Bank Indonesia. Langkah konkret yang sudah dilakukan yaitu program pendampingan UMKM.

"Kami juga mendorong tumbuhnya wirausaha baru, dengan menggerakkan pesantren. Banyak potensi yang bisa diharap pesantren. Misalnya di Cowidey ada pesantren yang sukses mengembangkan komoditas sayuran, bahkan sudah ekspor. Itu yang kami dorong terus," imbuh dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PNM Dinilai Sukses Dongkrak...
PNM Dinilai Sukses Dongkrak Ekonomi Perempuan Indonesia
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
Bupati dan Kapolres...
Bupati dan Kapolres Simalungun Dorong UMKM Berinovasi Bangkitkan Ekonomi
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
13 menit yang lalu
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
1 jam yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
2 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
2 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
3 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved