Tanam Modal USD3,4 M, Singapura Masih Rajai Investasi di Indonesia
Selasa, 30 Juli 2019 - 13:56 WIB
Tanam Modal USD3,4 M, Singapura Masih Rajai Investasi di Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan, Singapura masih menjadi negara dengan investasi tertinggi di Indonesia selama kuartal II/2019. Adapun total investasi Singapura di Indonesia sepanjang periode tersebut mencapai USD3,4 miliar (sekitar Rp47,6 triliun).
Di tempat kedua adalah Jepang dengan total investasi mencapai USD1,2 miliar (sekitar Rp16,8 triliun). Angka penanaman modal Negeri Sakura itu naik 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selanjutnya di tempat ketiga adalah China dengan total investasi USD1,1 miliar (sekitar Rp15,4 triliun), naik 16,2% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Posisi keempat dan kelima masing-masing diduduki Hong Kong dengan investasi mencapai USD700 juta, naik 10,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan Belanda dengan nilai investasi USD400 juta, naik 5,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Plt. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani mengatakan, ke depan pemerintah akan terus mendorong investasi dari negara-negara lainnya. Hal itu terutama diupayakan adalah dengan pengoptimalan sistem perizinan satu pintu.
"Ke depan BKPM akan meningkatkan pemantauan atas realisasi perizinan berusaha melalui sistem Online Single Submission (OSS), termasuk memfasilitasi permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha dalam merealisasikan investasinya," ujar Farah di Jakarta, Selasa (30/7/2019).
Sementara itu, berdasarkan lokasi investasi, BKPM mencatat Pulau Jawa masih mendominasi investasi dengan nilai Rp218,1 triliun, sedangkan sisanya Rp177,5 triliun di luar Jawa. "Berdasarkan lokasi proyek lima besar antara lain Jawa Barat (Rp68,7 triliun); DKI Jakarta (Rp54,5 triliun); Jawa Tengah (Rp36,2 triliun); Jawa Timur (Rp32 triliun); dan Banten (Rp24,6 triliun)," kata Farah.
Sementara itu, realisasi investasi pada semester I/2019 didominasi sektor infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, pembangkit listrik dan konstruksi. Sebagai informasi, BKPM mencatat realisasi investasi dari Januari-Juni atau semester I/2019 sebesar Rp395,6 triliun. Investasi tersebut naik 9,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp361,6 triliun.
Di tempat kedua adalah Jepang dengan total investasi mencapai USD1,2 miliar (sekitar Rp16,8 triliun). Angka penanaman modal Negeri Sakura itu naik 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selanjutnya di tempat ketiga adalah China dengan total investasi USD1,1 miliar (sekitar Rp15,4 triliun), naik 16,2% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Posisi keempat dan kelima masing-masing diduduki Hong Kong dengan investasi mencapai USD700 juta, naik 10,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan Belanda dengan nilai investasi USD400 juta, naik 5,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Plt. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani mengatakan, ke depan pemerintah akan terus mendorong investasi dari negara-negara lainnya. Hal itu terutama diupayakan adalah dengan pengoptimalan sistem perizinan satu pintu.
"Ke depan BKPM akan meningkatkan pemantauan atas realisasi perizinan berusaha melalui sistem Online Single Submission (OSS), termasuk memfasilitasi permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha dalam merealisasikan investasinya," ujar Farah di Jakarta, Selasa (30/7/2019).
Sementara itu, berdasarkan lokasi investasi, BKPM mencatat Pulau Jawa masih mendominasi investasi dengan nilai Rp218,1 triliun, sedangkan sisanya Rp177,5 triliun di luar Jawa. "Berdasarkan lokasi proyek lima besar antara lain Jawa Barat (Rp68,7 triliun); DKI Jakarta (Rp54,5 triliun); Jawa Tengah (Rp36,2 triliun); Jawa Timur (Rp32 triliun); dan Banten (Rp24,6 triliun)," kata Farah.
Sementara itu, realisasi investasi pada semester I/2019 didominasi sektor infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, pembangkit listrik dan konstruksi. Sebagai informasi, BKPM mencatat realisasi investasi dari Januari-Juni atau semester I/2019 sebesar Rp395,6 triliun. Investasi tersebut naik 9,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp361,6 triliun.
(fjo)
Lihat Juga :