Rupiah Diprediksi Lanjutkan Pelemahan
Jum'at, 02 Agustus 2019 - 09:12 WIB
Rupiah Diprediksi Lanjutkan Pelemahan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Jumat ini diprediksi melanjutkan tren pelemahan. Mata uang garuda melemah, dipicu sentimen eksternal soal keputusan Federal Open Market Committe (FOMC) yang menurunkan suku bunga hanya terbatas, 25 basis poin.
Hal tersebut ditambah dengan masih adanya kekhawatiran perang dagang, karena negosiasi dagang AS dan China mandek. Hal ini membuat USD menguat.
"Hari ini rupiah mungkin akan melanjutkam pelemahan. Karena The Fed tidak memberi sinyal penurunan suku bunga lebih lanjut dan masih ada perang dagang Trump," ujar Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk, Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Jumat (2/8/2019).
Rully pun memprediksi rupiah pada Jumat ini diperdagangkan di kisaran Rp14.080-Rp14.160 per USD.
Sebagai informasi, rupiah tergerus melawan dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis (1/8/2019). Data Bloomberg mencatat rupiah ditutup melemah 94 poin atau 0,67% ke level Rp14.116 per USD. Data Yahoo Finance pada Kamis, rupiah jatuh 98 poin atau 0,69% menjadi Rp14.110 per USD.
Hal tersebut ditambah dengan masih adanya kekhawatiran perang dagang, karena negosiasi dagang AS dan China mandek. Hal ini membuat USD menguat.
"Hari ini rupiah mungkin akan melanjutkam pelemahan. Karena The Fed tidak memberi sinyal penurunan suku bunga lebih lanjut dan masih ada perang dagang Trump," ujar Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk, Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Jumat (2/8/2019).
Rully pun memprediksi rupiah pada Jumat ini diperdagangkan di kisaran Rp14.080-Rp14.160 per USD.
Sebagai informasi, rupiah tergerus melawan dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis (1/8/2019). Data Bloomberg mencatat rupiah ditutup melemah 94 poin atau 0,67% ke level Rp14.116 per USD. Data Yahoo Finance pada Kamis, rupiah jatuh 98 poin atau 0,69% menjadi Rp14.110 per USD.
(ven)