Mantan Penasihat Trump Sebut Perang Tarif Jadi Bumerang Bagi AS

Jum'at, 02 Agustus 2019 - 16:52 WIB
Mantan Penasihat Trump...
Mantan Penasihat Trump Sebut Perang Tarif Jadi Bumerang Bagi AS
A A A
JAKARTA - Perang perdagangan yang diusung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap China, menurut mantan kepala penasihat ekonominya justru bakal menjadi bumerang dan berdampak buruk pada ekonomi Negeri Paman Sam -julukan AS-. Perang tarif telah menimbulkan 'dampak dramatis' kepada sektor manufaktur dan investasi modal AS, seperti disampaikan Gary Cohn.

Mantan penasihat Trump tersebut menambahkan, perang dagang adalah alasan yang sangat nyaman bagi China untuk memperlambat ekonominya yang terlalu panas. Untuk diketahui, Gary Cohn merupakan mantan seorang penasihat perdagangan bebas, namun dia mengundurkan diri dari pemerintahan Trump pada Maret 2018.

Mantan presiden bank Goldman Sachs yang kini berusia 59 tahun itu merupakan perekrutan yang tidak biasa bagi Trump karena ia adalah seorang Demokrat dalam pemerintahan Republik. Dia juga fokus pada internasionalisme ekonomi, sementara presiden memberikannya mandat mengurus nasionalisme ekonomi.

Cohn juga pernah menjabat sebagai direktur Dewan Ekonomi Nasional dalam pemerintahan Trump dari Januari 2017 hingga April 2018, hingga kemudian Ia mengumumkan pengunduran diri setelah Trump memutuskan untuk mengenakan tarif impor baja dan aluminium.

"Saya pikir ekonomi China didorong oleh kredit dan ketersediaan kredit. Dimana kredit dan ketersediaan kredit ditentukan oleh pemerintah pusat. Dan mereka dapat menyalakannya dan dapat menghentikan kredit," ujar Cohn kepada program Today BBC.

Semua Kalah


Menurutnya ekonomi China akan melambat dengan atau tanpa perang dagang. Gagasan bahwa pengenaan tarif tinggi bea impor bakal menyelesaikan ketidakseimbangan perdagangan antara AS dan Cina dinilai olehnya sebagai "pandangan lama" Trump.

Namun terang dia, Trump melakukan hal yang benar untuk mencoba mengatasi pencurian China atas kekayaan intelektual AS dan memblokir akses perusahaan AS ke pasar China. "Hal itu harus diperbaiki," katanya.

Namun dia memperingatkan: "Saya pikir semua orang akan kalah dalam perang dagang. Kami merupakan ekonomi layanan yang mayoritas 80%. Sisi layanan ekonomi berjalan sangat baik, karena, coba tebak, itu tidak dikenakan tarif."

Cohn menambahkan, tarif telah membuat biaya menjadi mahal untuk mengimpor produk-produk penting dari China, menangkal efek dari pemotongan pajak Trump, yang dirancang untuk merangsang ekonomi AS.

"Ketika Anda membangun peralatan pabrik, Anda membeli baja, Anda membeli aluminium, Anda membeli produk impor dan kemudian kita mengenakan tarif pada mereka, sehingga secara harfiah insentif pajak yang kami berikan dengan satu tangan diambil dengan tangan lainnya. Jadi kita tidak melihat penciptaan lapangan kerja," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ancaman Perang Dingin...
Ancaman Perang Dingin AS-China Lebih Besar Ketimbang Virus
JPMorgan Bunyikan Alarm...
JPMorgan Bunyikan Alarm Resesi Amerika, Ini Biang Keroknya
AS Mengobarkan Perang...
AS Mengobarkan Perang Dunia Ekonomi, Sepertiga Negara di Bumi Tersandera Sanksi Barat
Trump Tepis Ancaman...
Trump Tepis Ancaman Resesi: Ekonomi AS dalam Masa Transisi di Tengah Perang Dagang
Apakah Trump 2.0 Bikin...
Apakah Trump 2.0 Bikin Perang Dagang Memanas? China Cari Win-win Solusi
Sri Mulyani: Perang...
Sri Mulyani: Perang Dagang AS-China Bisa Berdampak ke Pemulihan Ekonomi
Berita Terkini
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
10 menit yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
1 jam yang lalu
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
1 jam yang lalu
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
1 jam yang lalu
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
3 jam yang lalu
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved