Kebijakan Trump Dinilai Bisa Buat Ketidakpastian Global

Senin, 05 Agustus 2019 - 14:25 WIB
Kebijakan Trump Dinilai...
Kebijakan Trump Dinilai Bisa Buat Ketidakpastian Global
A A A
JAKARTA - Kebijakan ekonomi yang diambil Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diakui telah memengaruhi kondisi perekonomian global beberapa waktu terakhir ini. Sektor finansial disebut sebagai sektor yang paling terpengaruh akibat kebijakan-kebijakan kontroversial orang nomor satu di AS tersebut.

Salah satu kebijakan yang menimbulkan dampak paling besar adalah perang dagang AS dengan China. Perang dagang antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut menyebabkan perlambatan ekonomi secara global, yang dampaknya dirasakan juga oleh negara berkembang seperti Indonesia.

"Kalau nanti policy Trump kacau lagi, ya bisa berpengaruh ke Indonesia. Karena sekarang pasar gobal lagi bergerak. Skala yang paling luas dan paling mengganggu itu (kebijakan) Trump. Jadi kalau kena regional bisa ke Indonesia juga," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo saat berkunjung ke redaksi KORAN SINDO dan SINDOnews.com di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Maka dari itu, kata Dody, Bank Indonesia menginjak pedal gas dengan untuk memacu pertumbuhan ekonomi seperti penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia (KKI). Menurut dia, penyelenggaraan KKI dapat membantu meningkatkan pertumbuhan sektor riil.
Menurut dia, jika sektor riil sudah dapat dikendalikan maka inflasi dapat berjalan sesuai target di angka 3,5% plus minus 1%.

"Kalau sektor riil belum bisa dikendalikan, maka angka inflasi kita akan terganggu. Makanya kita masuk ke skema yang terkait UMKM dengan berkoordinasi dengan pihak terkait," beber dia.

Dengan masuk ke UMKM, lanjut Dody, maka dapat membantu memayungi UMKM dengan memberikan binaan atau pendampingan bagi kluster-kluster UMKM.

Dengan demikian, lanjut dia, BI dapat mengetahui permasalahan yang menyebabkan inflasi di Indonesia. "Seperti contoh, jika masalah inflasi itu dari pangan ya kluster pangan kita buka misalkan bawang atau cabai. Misalkan masalah inflasi di tekstil atau tenun, ya kita bantu dari sisi ekspornya," jelasnya. Dengan begitu, inflasi diharapkan dapat terkendalikan dan tetap rendah serta stabil di kisaran sasaran inflasi 3,5±1% pada 2019.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Gubernur BI Peringatkan...
Gubernur BI Peringatkan Dunia Tak Baik-baik Saja, Dihantui 3 Tantangan Besar
Tarif Trump Tambah Tekanan...
Tarif Trump Tambah Tekanan pada Ekonomi Dunia yang Sedang Sakit
BI Beberkan Tekanan...
BI Beberkan Tekanan Global yang Bakal Menerjang Indonesia
Uji Kelayakan jadi Deputi...
Uji Kelayakan jadi Deputi Gubernur BI, Ini Jurus Juda Agung Selamatkan Ekonomi RI
BI Perkirakan Kontraksi...
BI Perkirakan Kontraksi Ekonomi Global Terus Berlanjut
Berita Terkini
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
30 menit yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
50 menit yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
1 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
2 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
2 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved