Produksi Garam Nasional Meningkat 1 Juta Ton

Selasa, 06 Agustus 2019 - 04:08 WIB
Produksi Garam Nasional...
Produksi Garam Nasional Meningkat 1 Juta Ton
A A A
JAKARTA - Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Bidang Kemaritiman, Agung Kuswandono, mengemukakan bahwa produksi garam industri nasional telah mengalami peningkatan.

"Saat ini, kita sudah menambah sebanyak 1 juta ton per tahun, dari yang awalnya 2,2 juta ton sekarang sudah 3,2 juta ton per tahun," ujar Deputi Agung di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Dia menambahkan produksi garam ini banyak disuplai sebagian besar dari kawasan Indonesia timur, dimana ada PT Garam yang sudah beroperasi disana, sebanyak 4-5 perusahaan.

"Lahan seluas 400 hingga 500 hektar sudah berjalan dan sebentar lagi akan panen. Dan Presiden Jokowi direncanakan menyaksikan panen raya garam di sana. Kemudian 3.720 hektar lagi, baru selesai permasalahan lahannya. Jadi sebentar lagi kita akan buka lahan baru," katanya.

Menurutnya, peninjauan ini untuk membuktikan bahwa garam bisa menjadi sesuatu yang bernilai tinggi, dan dapat dikembangkan dengan teknologi yang relatif sederhana.

"Jadi, hasil produksinya tidak hanya garam tetapi bisa menghasilkan produk turunan seperti halnya isotonik, artemia atau pakan udang dan kapur CaC O3. Dan yang kita lihat pada hari ini, bisa juga diproduksi menjadi garam spa dan garam kesehatan dan harganya menjadi melonjak," jelasnya.

Deputi Agung mengatakan, peninjauan ini sekaligus ingin mengenalkan dan mengajak para petani garam di seluruh Indonesia, untuk menerapkan teknologi serupa yang dapat memanen garam sepanjang tahun, tanpa terkendala cuaca dan bisa menghasilkan produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi.

"Kami ingin mengajak petani garam di seluruh Indonesia untuk melakukan teknologi sepanjang tahun seperti kita lihat sekarang ini. Akan tetapi kita tidak bisa menerapkan teknologi seperti ini kalau lahan garamnya kecil, karena lahan garam yang cocok untuk teknologi ini idealnya 400 hektar. Jadi intinya kita ingin mengenalkan kepada masyarakat agar bisa dikembangkan bersama. Beberapa hal yang harus dibenahi terlebih dulu, seperti suplai air tuanya, kita perbaiki alur airnya, cara pemanenannya dan lain sebagainya," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Tinggal Tapi Engga Bayar,...
Tinggal Tapi Engga Bayar, Luhut Pelototi Kapal-kapal Asing yang Masuk ke Labuan Bajo
Menko Luhut Gandeng...
Menko Luhut Gandeng Uni Emirat Arab Produksi 1 Juta Vaksin Corona
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
42 menit yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
2 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
3 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
3 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
4 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
4 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved