Dorong Eksplorasi, Investor Migas Butuh Kepastian Regulasi

Kamis, 08 Agustus 2019 - 20:44 WIB
Dorong Eksplorasi, Investor...
Dorong Eksplorasi, Investor Migas Butuh Kepastian Regulasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah harus bisa memberi kepastian regulasi bagi investor migas apabila ingin mendorong kegiatan eksplorasi di Tanah Air.

Direktur Indonesia Petroleum Association (IPA) Nanang Abdul Manaf mengatakan, investor migas membutuhkan perizinan investasi yang lebih sederhana. Hal ini menjadi salah satu cara untuk menarik investor asing masuk.

"Investor yang sudah masuk ingin ada kepastian karena dia akan investasi dalam jangka panjang," ujarnya dalam diskusi media Memenuhi Target Energi Primer Hingga 2025 untuk mendukung penyelenggaraan IPA Convex 2019, Kamis (8/8/2019).

Menurut dia, secara garis besar, iklim investasi migas nasional sudah baik. Namun, saat ini masih ditemukan kebijakan yang tumpang tindih antara pusat dan daerah. Hal ini akan membuat investor kesulitan.

"Kita sering berhadapan dengan aturan. Mungkin inginnya simple tapi tetap mengatur bisnis. Kadang di daerah beda lagi. Ini yang membuat investor terkadang kesulitan," imbuhnya.

Nanang berharap perizinan investasi di Indonesia berada dalam satu payung kelembagaan yang mengatur dari pusat ke daerah. Di sisi lain, pemerintah harus memahami bahwa investor mempunyai pilihan untuk berinvestasi di tempat yang dianggap paling menguntungkan.

Investor akan memilih suatu wilayah yang secara geologis bagus, menarik, dan menguntungkan. Untuk itu, Indonesia harus berkompetisi dengan negara lain seperti Malaysia, Thailand, Myanmar dalam mendatangkan investor.

"Investor tidak punya loyalitas. Ketika di tempat lain lebih atraktif, simple, dan menarik, dia akan memilih ke sana. Kita harus menyadari bahwa kita bukan menjadi primadona lagi tetapi harus berkompetisi dengan negara lain," tuturnya.

Sementara, Direktur Operasional Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman mengatakan, pihaknya tengah mencari cara untuk dapat merealisasikan target produksi minyak mencapai 1 juta barel per hari.

"Ini tantangan yang besar. Kita butuh investasi. Di sisi lain, SKK Migas juga bekerja keras bersinergi dengan pemerintah daerah agar tantangan daerah bisa diminimalisir," ungkapnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Pastikan Keselamatan Kerja dalam Kegiatan Eksplorasi
Pengganti SKK Migas,...
Pengganti SKK Migas, BUMN dan Lembaga Khusus Bisa Kelola Migas
SKK Migas Patok Dana...
SKK Migas Patok Dana Investasi 12,3 Miliar Dolar AS di 2021
Sedotan Migas Makin...
Sedotan Migas Makin Kering, Pengusaha: Indonesia Tak Lagi Menarik
Pertamina Tuntaskan...
Pertamina Tuntaskan Survei Seismik 3D Kepuh Percepat Kegiatan Eksplorasi
Bidik Produksi 1 Juta...
Bidik Produksi 1 Juta Barel Minyak, Eksplorasi Harus Digiatkan
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
21 menit yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
47 menit yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
1 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
4 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
5 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
5 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved