Limbah Sawit Asal Nunukan Merambah ke Pasar Ekspor

Jum'at, 09 Agustus 2019 - 16:03 WIB
Limbah Sawit Asal Nunukan...
Limbah Sawit Asal Nunukan Merambah ke Pasar Ekspor
A A A
NUNUKAN - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pemanfaatan limbah produk pertanian untuk mengisi pasar ekspor. Untuk itu, Badan Karantina Pertanian (Barantan) melakukan penjaminan kesehatan dan keamanan terhadap limbah produk pertanian yang diminati pasar ekspor.

Pasca-suksesnya ekspor perdana bungkil kelapa sawit/Palm Kernel Expeller (PKE) asal Nunukan yang dilakukan pada Mei lalu, Kementan melalui Barantan kembali lepas ekspor 3.300 ton bungkil kelapa sawit asal Sebuku, Nunukan senilai Rp3,45 miliar tujuan Vietnam.

“Kami terus lakukan giat ekspor untuk dorong akselerasi ekspor komoditas pertanian Indonesia, dan sesuai persyaratan Phytosanitary Certificate (PC) dari negara tujuan, sebelum diekspor bungkil sawit ini dilakukan fumigasi terlebih dahulu,” ungkap Abdul Rahman, Plt Kepala Karantina Pertanian Tarakan, Kamis (8/8/2019).

Abdul menjelaskan, Karantina Pertanian memastikan produk ekspor tersebut bebas dari hama atau serangga yang menjadi target negara tujuan dengan perlakuan berupa fumigasi. “Fumigasi merupakan cara untuk mengeradikasi hama menggunakan Fumigan, dan sesuai permintaan negara tujuan yaitu Vietnam, fumigasi menggunakan bahan aktif Phospine (PH3) dengan konsentrasi 2 g/m3,” tutur Abdul.

Abdul menyampaikan hasil produksi pertanian dan perkebunan di Propinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki potensi yang cukup tinggi untuk dikembangkan hingga diekspor ke luar negeri.

Bungkil sawit adalah produk akhir proses pengolahan inti sawit menjadi minyak sawit. Bungkil sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak asal tumbuhan yang banyak diminati pasar dunia. Ekspor bungkil sawit ini merupakan komoditas unggulan baru yang diekspor selama kurun waktu tahun 2019.

Berdasarkan data IQFAST (Indonesian Quarantine Full Automation System) Karantina Pertanian Tarakan, tercatat ekspor perdana bungkil kepala sawit pada Mei 2019 lalu telah diekspor sebanyak 3.299,749 ton tujuan Cina dengan nilai ekonomi Rp3,65 miliar. Jika ditotalkan, sepanjang 2019 ekspor PKE telah mencapai Rp7,1 miliar.

Abdul melanjutkan, selain memberikan jaminan kesehatan, Karantina Pertanian juga telah melakukan akselerasi atau percepatan ekspor melalui sistem PPK online sehingga dapat mempermudah dan mempercepat kegiatan ekspor. "Ini adalah kali kedua ekspor bungkil kelapa sawit yang merupakan komoditas pertanian asli asal Nunukan. Diharapkan ini akan terus berlanjut dan dapat mendorong eksportir komoditas pertanian lainnya," pungkas Abdul.
(akn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Petani Maros Giatkan...
Petani Maros Giatkan On Farm dengan Tanam Cabai Organik
Berita Terkini
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
1 jam yang lalu
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
1 jam yang lalu
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
1 jam yang lalu
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
2 jam yang lalu
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
2 jam yang lalu
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
3 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved