Kepala BKPM Sebut Indonesia Masih Alergi Investasi Asing

Jum'at, 09 Agustus 2019 - 23:42 WIB
Kepala BKPM Sebut Indonesia...
Kepala BKPM Sebut Indonesia Masih Alergi Investasi Asing
A A A
JAKARTA - Perkembangan ekonomi China menjadi negara maju tidak lepas dari membuka diri terhadap masuknya modal asing. Di era globalisasi ini, kehadiran modal asing bukan hal tabu.

Terkait ini, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong, mengatakan Indonesia masih tergolong alergi terhadap modal asing. Hal ini sangat disayangkan mengingat investasi asing sangat penting untuk mendongkrak ekonomi negara secara keseluruhan.

"Saya kira Pak Wapres memberikan contoh yang dramatis. China dalam 20 tahun bisa melipatgandakan ekonominya menjadi 20 kali lipat dari setengah triliunan dolar per tahun menjadi USD13 triliun. Itu semua diawali oleh pemasukan modal asing yang sangat dahsyat, membuat ekonomi China yang tertutup menjadi terbuka mulai dari zona-zona tertentu," ujar Lembong saat menghadiri hari kelahiran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Menurut Thomas, berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh organisasi untuk kerja sama dan pembangunan ekonomi atau Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menempatkan Indonesia di urutan tiga terbawah negara anti investasi asing.

"Beberapa minggu lalu ada penelitian dari OECD, mereka mengurut 60 negara di dunia dan Indonesia adalah paling rendah nomor tiga dari bawah. Negara paling tertutup terhadap investasi asing atau investasi internasional," sambungnya.

Tom Lembong bahkan mengakui jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, Indonesia memang masih tergolong tertutup. Padahal, kata dia, arus modal asing sangat dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Saya cuma ingin memperlihatkan keterbukaan ekonomi kita dibanding negara-negara tetangga. Ini menggambarkan aturan aturan membatasi keikutsertaan investasi internasional diberbagai sektor. Dan yang sangat kelihatan adalah bahwa Indonesia ini ekonomi paling tertutup jauh dibanding negara tetangga," jelasnya.

Menurut Tom Lembong, saat ini tidak ada satupun negara maju dan berkembang di dunia tanpa bantuan investasi atau modal asing. Investasi asing sangat penting bagi setiap negara, untuk membantu menggerakkan arus modal dalam mempercepat pembangunan dan adopsi teknologi.

""Kita harus menggali lebih dalam investasi asing langsung, bukan hanya dari investor besar, melainkan dari pengusaha kecil. Lebih dari separuh ekonomi kita terdiri dari usaha kecil dan menengah dan lebih dari 70% pekerja kita berasal dari usaha kecil dan menengah pula. Investor kecil harus lebih diperhatikan, terutama di sektor padat karya yang bisa banyak memberikan lapangan kerja," tutupnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Singapura Sumber Investasi...
Singapura Sumber Investasi Asing Terbanyak di Indonesia
Bos BKPM Ngeluh, Upah...
Bos BKPM Ngeluh, Upah Pekerja RI Mahal Bikin Investasi Asing Seret
Kepala BKPM Kesulitan...
Kepala BKPM Kesulitan Tarik Investor Asing di Tengah Pandemi Corona
Punya 5 Jurus Andalan,...
Punya 5 Jurus Andalan, BKPM: Kami Kawal Sampai Investasi Dieksekusi
Negaranya Boleh Aja...
Negaranya Boleh Aja Resesi, Tapi Belanda Tetap Gacor Soal Investasi di RI
Dubes Dipersilahkan...
Dubes Dipersilahkan Cari Investor, BKPM Siap Mengawal
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
4 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
4 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
5 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
5 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
5 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved