Darmin Minta Investasi Jangka Panjang Ditingkatkan

Sabtu, 10 Agustus 2019 - 00:38 WIB
Darmin Minta Investasi...
Darmin Minta Investasi Jangka Panjang Ditingkatkan
A A A
JAKARTA - Kehadiran investasi asing diperlukan untuk menggerakan perekonomian, baik untuk mengadopsi teknologi maupun membuka lapangan kerja. Sayangnya, peranan modal asing terhadap investasi di Indonesia, kebanyakan adalah investasi jangka pendek (short term investment) dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) yang telah mencapai 40%.

Menilik ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, ingin kontribusi modal asing 'berbalik arah' menjadi ke investasi jangka panjang. Darmin mengatakan, SBN bersifat rentan terhadap guncangan faktor eksternal, termasuk pelemahan ekonomi global.

Darmin menerangkan, ada dua hal yang menjadi penyebab dari dominasi investor asing di kepemilikan SBN. Pertama, saving masyarakat Indonesia yang terlalu rendah dibanding dengan total kebutuhan investasi untuk membangun Indonesia.

"Saving yang saya maksud adalah effective saving, yang ada di sektor keuangan formal," ujarnya dalam peringatan hari kelahiran Kementerian Koordinator Perekonomian di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Menurut mantan Gubernur Bank Indonesia ini, masih terlalu banyak aliran dana yang tidak pernah mampir ke sektor keuangan formal. Bukan berarti mereka menghamburkan begitu saja, melainkan memilih untuk disimpan dengan metode lama seperti di lemari.

Terkait hal ini, Darmin mengatakan, keuangan inklusif menjadi sesuatu yang perlu didorong. Kemenko Perekonomian bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini tengah menyiapkan program besaran untuk mendorong inklusi keuangan yang ditargetkan mencapai 75% sampai akhir tahun.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih ikut serta terhadap sektor keuangan formal. Sebab, Darmin mengatakan, angka pertumbuhan kredit sebesar 11% sampai 12%, tetapi dana pihak ketiga mencapai 7%.

"Berarti ada kesenjangan, dan kita harus bisa urus keuangan inklusif untuk terdorong," kata Darmin.

Hal kedua yang disebut Darmin menjadi permasalahan adalah tanah. Ia menilai, banyak tanah yang sudah memiliki hak milik justru dibuat menganggur dan tidak memiliki nilai yang produktif.

Kondisi tersebut membuat tanah Indonesia menjadi kurang menarik bagi investor, sehingga mereka cenderung memilih investasi jangka pendek, yakni melalui SBN. "Perlu dicari jalan keluarnya," ujar Darmin.

Tidak hanya kepemilikan asing, Darmin menambahkan, pemerintah juga fokus pada transformasi infrastruktur. Tidak sekadar membangun yang belum ada, juga mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur eksisting. Artinya, pembangunan infrastruktur perlu didorong dengan sistem logistik yang lebih maju, dinamis dan modern.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pabrik Perusahaan Tiongkok...
Pabrik Perusahaan Tiongkok Pindah ke Asia Tenggara, RI Harus Permudah Regulasi Investasi
RI Kebanjiran Investasi...
RI Kebanjiran Investasi Asing Pasca WEF 2023
Pengusaha: Iklim Investasi...
Pengusaha: Iklim Investasi Indonesia Belum Semenarik Negara ASEAN Lain
Investasi Rp1.434 Triliun...
Investasi Rp1.434 Triliun Masuk ke RI di 9 Bulan Pertama 2025, Serap 1,9 Juta Tenaga Kerja
Demi Tarik Duit Asing,...
Demi Tarik Duit Asing, LPI Bakal Tinggalkan Cara Lawas
Dubes Suryo Pratomo...
Dubes Suryo Pratomo Ungkap Penyebab Negeri Singa Dominasi Investasi Asing
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
22 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
51 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved