BI: Perang Dagang Hantui Pertumbuhan Investasi Indonesia

Senin, 12 Agustus 2019 - 14:20 WIB
BI: Perang Dagang Hantui...
BI: Perang Dagang Hantui Pertumbuhan Investasi Indonesia
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengakui gejolak ekonomi global turut berimbas pada pertumbuhan investasi di kuartal II/2019. Salah satu gejolak yang imbasnya paling besar adalah perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

Imbas gejolak ekonomi global terhadap pertumbuhan investasi di dalam negeri terlihat dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) di kuartal kedua tahun ini yang hanya tumbuh 5,01% atau lebih rendah ketimbang pertumbuhan di periode sama tahun lalu sebesar 5,85%.

"Memang kita tumbuh 5,01%. Kemarin hanya tumbuh privat 3,07%, separuhnya jadi tantangan kita masih harus digenjot," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Dia menyebutkan, rendahnya investasi Indonesia lantaran permintaan global yang ikut melemah akibat gejolak ekonomi dunia. Alhasil, ekspor tak mampu mengakselerasi pertumbuhannya di kuartal II/2019.

"Jadi (ini) masalah di semua negara emerging market yang terkena dampak trade war, dampak voltalitas di pasar keuangan, serta melambatnya turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia di ekspor. Ini dialami di banyak negara emerging market termasuk Indonesia," jelasnya.

Perlambatan ekspor berdampak pada berkurangnya permintaan produksi, sehingga otomatis investasi juga berkurang. Ujung-ujungnya, kata Dody, pendapatan devisa ekspor juga turut melorot. "Kondisi ini menurunkan pendapatan yang berakhir kepada konsumsi yang tidak akan setinggi dari yang diperkirakan," ucap dia.

Menurutnya, permintaan domestik juga mengalami hal serupa karena kondisinya tak bisa lepas terhadap ekspor. Ke depannya, Dody berharap dorongan investasi tak hanya melalui kebijakan (policy). "Artinya semua negara akan tumbuh dan akan lebih baik dari tahun sebelumnya, cuma tidak optimal seperti yang seharusnya. Itu yang tercermin dari outlook pertumbuhan dunia yang dikoreksi ke bawah ke 3,2%," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Pangkas Suku Bunga...
BI Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 5,25%, Kedua Kalinya di 2025
Gara-gara Perang, Ruang...
Gara-gara Perang, Ruang Penurunan BI Rate Semakin Tipis
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tingkatkan Investasi...
Tingkatkan Investasi Lewat Kesepakatan Dagang Indonesia-Australia
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
8 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
8 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
9 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
9 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved