ABUPI Ingatkan Pentingnya Patuhi Konsesi Kepelabuhanan

Selasa, 13 Agustus 2019 - 17:21 WIB
ABUPI Ingatkan Pentingnya...
ABUPI Ingatkan Pentingnya Patuhi Konsesi Kepelabuhanan
A A A
JAKARTA - Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) meminta konsistensi penegakan aturan mengenai masa konsesi kepelabuhanan. Anggota ABUPI, Ariyanto mengatakan, penegakan perjanjian konsesi merupakan syarat mutlak untuk meningkatkan minat investor swasta dalam menanamkan modalnya di sektor kepelabuhanan, menyusul sengkarut pembangunan Pelabuhan Marunda yang hingga kini belum terselesaikan.

"Kalau mau investasi di bidang pelabuhan, baik BUP BUMN atau swasta maka dia harus melakukan perjanjian konsesi. Oleh karena itu kepatuhan terhadap hukum dalam perjanjian konsesi merupakan faktor penentu keberhasilan dalam pembangunan pelabuhan," kata Ariyanto, seorang pengurus Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Menurut dia, sampai saat ini terdapat 200 pengusaha pelabuhan swasta dan Pelindo, asosiasi yang berkeinginan menjawab tantangan masalah pengelolaan pelabuhan.

"Jika berbicara konsesi baru terdapat 19 badan usaha pelabuhan yang sudah konsesi dan dalam proses konsesi terdapat 6 pelabuhan. Dari 225 badan usaha pelabuhan, ada 4 yang dikelola Pelindo," kata Ariyanto.

Dia menambahkan, saat ini konsesi kepelabuhanan antara pemerintah dan BUP swasta belum banyak. Namun, ada beberapa konsesi yang belum selesai sampai hari ini. Padahal, ungkapnya ada BUP yang sudah membangun investasi pelabuhannya ataupun sudah mengoperasikan terminalnya.

"Kenapa belum selesai saya juga tidak tahu. Padahal dari sisi swasta mereka sudah membangun investasi pelabuhannya, terminalnya juga sudah beroperasi meskipun pelabuhannya belum beroperasi sebagai terminal umum," ungkapnya.

Selain itu, ada juga BUP swasta yang sudah menerima konsesi di antaranya Terminal Cigading, Berlian Manyar Gresik, Terminal Teluk Lamong Gresik dan Terminal Kontainer di Pontianak. Jumlah BUP yang mendapatkan konsesi itu masih sedikit dibanding yang masih dalam proses pengajuan.

Dia menjelaskan untuk mendapatkan konsesi sebetulnya tidak butuh waktu yang lama. Mulai dari proses pengajuan proposal, evaluasi sampai persetujuan konsesi sekiranya tidak sampai memakan waktu hingga satu tahun.

Namun, dia menggarisbawahi apabila BUP ingin mengajukan konsesi, maka kesepakatannya harus dilakukan secara clear di awal. Dia mencontohkan seperti Pelabuhan Marunda KCN yang tengah menghadapi sengketa hukum. Jika sudah demikian, maka mau tidak mau akan mengganggu operasional pelabuhan.

"Masalah internal KCN akan merembet ke konsesi yang telah diberikan, karena ini masalah kepemilikan lahan. Masalah besaran investasi dari masing-masing pemegang saham. Ini bukan masalah gampang memang, melainkan masalah yang cukup pelik. Dan itu bisa berakibat pada proses konsesi," jelasnya. Dia menyayangkan masalah tersebut merembet ke konsesi sebab hal tersebut bisa membuat pemegang saham dan pemerintah merugi.

"Rencana pendapatan negara dari sisi pelabuhan jadi terganggu, rencana pemilik terminalnya pengembalian modal investasinya jadi terganggu. Ujung-ujungnya operasional akan terganggu," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Asosiasi Logistik Dukung...
Asosiasi Logistik Dukung Integrasi Pelabuhan Kontainer & Perikanan
Konsep Green Port Bikin...
Konsep Green Port Bikin Biaya Pelabuhan Lebih Efisien
Menhub Dorong Pelindo...
Menhub Dorong Pelindo Bikin Anak Usaha Khusus Kelola Pelabuhan Penumpang
Pelaku Usaha Keluhkan...
Pelaku Usaha Keluhkan Infrastruktur hingga Loading Pelabuhan: Bikin Harga Jagung Anjlok
Baru Diresmikan, Operasional...
Baru Diresmikan, Operasional Pelabuhan Patimban Sudah Mengundang Tanya
Kemenhub Minta Pelaku...
Kemenhub Minta Pelaku Usaha Logistik Optimalkan Pelabuhan Patimban
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
36 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
1 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
2 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
3 jam yang lalu
Infografis
Iran dan Arab Saudi...
Iran dan Arab Saudi Membahas Pentingnya Bela Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved