Pelemahan Yuan Bisa Mempengaruhi Ekonomi Indonesia

Selasa, 13 Agustus 2019 - 21:21 WIB
Pelemahan Yuan Bisa...
Pelemahan Yuan Bisa Mempengaruhi Ekonomi Indonesia
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pelemahan mata uang China, yuan akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Mulai dari nilai tukar rupiah sampai dengan pergerakan harga saham.

Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pemerintah terus memantau pergerakan yuan. Hal ini dilakukan untuk melihat implikasi dan risiko dari pergerakan yuan tersebut. Ia pun menceritakan mengenai sejarah pergerakan nilai tukar yuan, dimana sekarang menembus 7 yuan per USD.

Dan ini merupakan lanjutan dari perang dagang AS dengan China yang telah merambah ke perang mata uang.

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah telah menyiapkan kemungkinan risiko yang bisa saja terjadi atas pelemahan nilai tukar yuan.

"Pertama, transmisi dari pengaruh global ini, suka atau tidak suka pasti akan terasa. entah dalam bentuk nilai tukar rupiah kita akan terpengaruh, indeks harga saham kita, bonds yield kita, SBSN kita, itu semuanya akan terpengaruhi," katanya di Komplek Istana Kepresidenan, Selasa (13/8/2019).

Dia mengatakan salah satu cara untuk tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5% adalah dengan terus menggenjot investasi, peningkatan infrastruktur, ketrampilan sumber daya manusia, dan pemberian insentif kepada investor.

"Maka kita harus meyakinkan pertumbuhan itu harus dipacu dari investasi. Oleh karena itu, investasi yang terutama berasal dan bisa mencapai capital inflow harus jadi salah satu tugas paling penting. Dan kita perbaiki daya kompetisi kita," ungkapnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani Sebut Mata...
Sri Mulyani Sebut Mata Uang Kripto Jadi Ancaman, Kok Bisa?
Resesi di Depan Mata,...
Resesi di Depan Mata, Sri Mulyani: Jangan Menyerah Dulu!
Sri Mulyani Bangga Mata...
Sri Mulyani Bangga Mata Uang Garuda Lebih Berotot Dibanding Baht dan Peso
Menkeu Revisi Proyeksi...
Menkeu Revisi Proyeksi Ekonomi Indonesia 2020 Tumbuh Negatif 2,2-1,7 Persen
Sri Lanka Umumkan Darurat...
Sri Lanka Umumkan Darurat Ekonomi: Harga Pangan Meroket Saat Nilai Mata Uang Jatuh
Chatib Basri Apresiasi...
Chatib Basri Apresiasi Kejelasan Tim Prabowo dan Sri Mulyani Soal Komitmen Defisit Fiskal di Bawah 3%
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved