Mengalami Puso, Petani Tegal Tenang Terproteksi Asuransi

Selasa, 13 Agustus 2019 - 22:31 WIB
Mengalami Puso, Petani...
Mengalami Puso, Petani Tegal Tenang Terproteksi Asuransi
A A A
JAKARTA - Petani Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, bisa bernafas lega meski lahan sawahnya mengalami puso karena terproteksi asuransi pertanian. Sedikitnya 250 hektar lahan pertanian di Tegal mengalami puso alias gagal panen akibat kekeringan. Karena itu, puluhan petani kini mengajukan klaim asuransi usaha tani.

''Kami sekarang sedang memproses sekitar pengajuan klaim asuransi dari petani. Jumlahnya antara sekitar 70 orang dan jumlah kemungkinan bisa bertambah,'' kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, Khofifah, Selasa (13/8/2019).

Dikatakan, asuransi petani itu memang sudah ada sejak tahun 2017, dengan total anggota sekitar 15 ribu orang. Mengaju pada tahun 2018, lanjut Khofifah, jumlah klaim asuransi petani mencapai Rp900 juta.

''Asuransi memang disarankan kepada petani untuk mengantisipasi kalau terjadi gagal panen. Mereka bisa mengambil haknya sekitar Rp6 juta rupiah sekali musim,'' ujarnya.

Adapun persyaratan pengajuan premi asuransi Rp36.000 per bulan diajukan oleh petani lewat petugas penyuluh pertanian (PPL). Adapun klaimnya tetap melalui Dinas Pertanian untuk dinyatakan gagal panen atau tidak.

''Asuransi ini sangat meringankan petani. Kategori puso bisa dampak kekeringan, hama atau terkena banjir,'' paparnya.

Ditanya soal hasil panen pada musim tanam kali ini, Khofifah menegaskan, posisi cadangan pangan masih aman.

''Bahkan surplus 72.800 ton. Kami juga memiliki cadangan pangan daerah 15 ton, sementara di Bulog ada 100 ton. Secara umum dampak kekeringan, posisi hasil panen masih surplus meski ada beberapa lahan yang puso,'' tandasnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, mengungkapkan harapannya agar alsintan dan pembayaran klaim asuransi itu dapat meningkatkan semangat untuk bertani.

"Kepada kelompok tani yang mendapatkan bantuan ini, kami harap agar dapat dipergunakan semestinya. Dengan pembayaran klaim asuransi nanti petani bisa langsung menanam kembali. Dan alsintan ini harus dijaga dengan baik serta dirawat selepas pemakaian," ujar Sarwo Edhy.

Terkait realisasi AUTP tahun ini, hingga Juli, terdapat 375.278,28 hektar yang sudah terlindungi program AUTP dari target 2019 yang seluas 1 juta hektar.

Sepanjang 2018, realisasi lahan yang ikut dalam program AUTP seluas 806.199,64 hektar dari target 1 juta hektar, dimana terdapat 12.194,29 hektar yang diklaim karena gagal panen.

"Gagal panen tersebut terjadi karena kekeringan, banjir, dan gangguan penyakit," pungkas Sarwo Edhy.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Asuransi Cover Lahan...
Asuransi Cover Lahan Pertanian di Salatiga
30 Ribu Hektare Lahan...
30 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Lampung Sudah Diasuransikan
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Kembangkan Pertanian...
Kembangkan Pertanian di Tengah Perkotaan, Kendari Disupport Kementan
Petani Demak Bisa Manfaatkan...
Petani Demak Bisa Manfaatkan Asuransi untuk Hindari Kerugian
Mentan Akan Ubah 400...
Mentan Akan Ubah 400 Ribu Hektare Lahan Gambut Jadi Area Pertanian
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
Iran Tidak Mengalami...
Iran Tidak Mengalami Kerusakan setelah Dugaan Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved