Bank Indonesia Kembangkan Instrumen Keuangan

Rabu, 14 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Bank Indonesia Kembangkan...
Bank Indonesia Kembangkan Instrumen Keuangan
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan terus mengembangkan instrumen keuangan. Hal tersebut bertujuan untuk menambah likuditas baik di pasar valuta asing (Valas) maupun rupiah.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, BI sudah memiliki beberapa instrumen termasuk yang sifatnya hedging instrumen seperti Domestic Non Delivery Forward (DNDF). Instrumen transaksi DNDF ini memberikan alternatif lindung nilai bagi pelaku pasar, sehingga mengurangi demand di pasar spot.

Para pelaku pasar dapat melakukan hedging atas kebutuhan pembelian valas melalui transaksi DNDF dan melakukan pembelian valas melalui transaksi spot di kemudian hari. "Jadi kami lihat sekarang sudah banyak pelaku pasar masuk ke DNDF Indonesia dibanding DNDF yang berada di luar atau Singapura. Dan selama ini responnya cukup positif," ujar Destry. Dengan demikian, secara bertahap BI akan terus mengembangkan instrumen instrumen keuangan.

Adapun terkait perang dagang, menurut dia dampaknya sudah terlihat di sektor riil. Eskpor juga mulai melambat ke negara China dan AS. "Nah ini dua hal yang jadi tantangan kita. Karena kan keduanya partner dagang utama buat Indonesia," ungkap Destry.

Jadi ke depan, Indonesia diharapkan bisa lebih mendeteksi produk produknya seperti dari komuniti base masuk ke manufaktur namun bahan baku bisa di produksi dalam negeri sendiri. Maka dari itu, Indonesia perlu perluas pasar ekspor dari konvensional menjadi non konvensional serta merambah ke negara negara yang diluar negara partner dagang utama. "Contohny, kita bisa buka di middle east ataupun kawasan Afrika," tukas Destry.

Dia juga berharap, pemerintah bersama BI bisa lebih meningkatkan diversifikasi ekspor. Ekonomi domestik juga masih berpotensi menguat terlihat dari konsumsi masyarakat yang menyumbang cukup signifikan dalam perekonomian Indonesia.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menambahkan, salah satu gejolak yang imbasnya paling besar karena perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China yakni pertumbuhan investasi. Rendahnya investasi Indonesia lantaran permintaan global yang ikut melemah akibat gejolak ekonomi dunia sehingga ekspor tidak mampu mengakselerasi pertumbuhannya di kuartal II/2019.

"Jadi ini masalah di semua negara emerging market yang terkena dampak trade war, dampak voltalitas di pasar keuangan, serta melambatnya turunnya proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia di ekspor. Ini dialami di banyak negara emerging market termasuk Indonesia," ungkapnya. (Kunthi Fahmar Sandy)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
4 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
5 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
5 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
6 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
7 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved