AS Dukung Perikanan Berkelanjutan RI lewat USAID SNAPPER

Rabu, 14 Agustus 2019 - 17:01 WIB
AS Dukung Perikanan...
AS Dukung Perikanan Berkelanjutan RI lewat USAID SNAPPER
A A A
JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menegaskan dukungnnya terhadap upaya memperkuat pengelolaan perikanan berkelanjutan di Indonesia. Dukungan itu antara lain diberikan melalui program Supporting Nature and People-Partnership for Enduring Resources(SNAPPER).

"Pemerintah Amerika dengan bangga mendukung upaya menyeluruh untuk memperkuat pengelolaan perikanan berkelanjutan di Indonesia," tegas Environment Office Director dari US Agency for International Development (USAID) Matthew Burton di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Dia mengatakan, selain mendukung pemerintah Indonesia dalam mengembangkan strategi penangkapan yang berkelanjutan, AS juga membantu sektor swasta memperoleh sertifikat Marine Stewardship Council(MSC) untuk perikanan kakap dan kerapu laut dalam.

"Langkah-langkah ini dapat menstabilkan industri perikanan dalam jangka panjang, memberikan kesempatan bagi konsumen secara global untuk memperoleh makanan laut yang berkelanjutan dari Indonesia dan mempertahankan mata pencaharian bagi rakyat Indonesia," tuturnya.

Saat ini, industri perikanan Indonesia mempekerjakan lebih dari 6,4 juta orang. Sementara AS menjadi salah satu pasar tujuan utama untuk ekspor kelautan Indonesia. Melalui kemitraan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), USAID-SNAPPER mengembangkan dan melaksanakan kerangka kerja untuk memastikan akses yang adil terhadap perikanan dan kendali yang lebih besar untuk mengatur ikan yang boleh dipanen.

"Di berbagai daerah di Indonesia, USAID-SNAPPER juga melibatkan nelayan di 240 kapal berukuran sedang untuk memantau perikanan dan kesehatan ikan. Para nelayan di 6 dari 11 wilayah pengelolaan perikanan Indonesia telah mulai mengirimkan foto dan pengukuran hasil tangkap kepada KKP," ujar Matthew.

Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan sistem e-Badan Riset Perikanan Laut(eBRPL atau e-Marine Fisheries Research Institute), yang mengkaji kesehatan perikanan, membantu KKP meningkatkan pengelolaan yang bertanggung jawab atas perikanan yang menjadi sasaran, dan membantu industri memenuhi standar pelabelan ikan termasuk sertifikasi ekolabel.

Matthew memaparkan bahwa hingga saat ini, USAID-SNAPPER telah memperluas kualitas dan jumlah data yang tersedia tentang stok 50 spesies ikan di enam dari 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia, yang mencakup 90.000 km² wilayah perairan Indonesia, atau sekira seluas Sumatera Utara. Program ini juga telah memprakarsai pengembangan rencana manajemen perikanan dan aturan pengendalian panen dengan Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan untuk pengaturan ikan kakap dan ikan kerapu yang lebih baik.

"Kami juga melakukan pra-kajian untuk sertifikasi ekolabel, yang menunjukkan bahwa sertifikasi perikanan keberlanjutan dari MSC untuk perikanan kakap dan kerapu laut dalam layak di Indonesia selama lima tahun," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
AS-Indonesia Rayakan...
AS-Indonesia Rayakan Keberhasilan Konservasi Laut dan Perikanan Berkelanjutan
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Kerjasama Program USAID...
Kerjasama Program USAID Ber-IKAN, Aruna Serius dalam Praktik Perikanan Berkelanjutan
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
9 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
12 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
12 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
13 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved