Neraca Dagang Underperfom, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Melambat
Kamis, 15 Agustus 2019 - 14:50 WIB
Neraca Dagang Underperfom, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Melambat
A
A
A
JAKARTA - Ekonom menilai defisit neraca dagang yang mencapai USD0,06 miliar pada Juli bakal mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi pun diyakini bakal melambat.
"Bisa berpengaruh ke pertumbuhan ekonomi karena ada perlambatan net export. Meskipun total defisitnya lebih rendah dari Juli 2018 namun kondisi Juli tahun ini menunjukkan rendahnya kinerja ekspor," ujar Bhima saat dihubungi SINDONews di Jakarta, Kamis (15/8/2019).
Tercatat, pada Juli 2019 ekspor Indonesia mencapai USD15,45 miliar, menurun 5,12% dibandingkan Juli 2018 (year-on-year/yoy). Sedangkan impornya sebesar USD15,51 miliar atau turun 15,21% yoy. Bhima mengatakan, neraca dagang yang masih underperform berpengaruh ke konsumsi rumah tangga dan industri, khususnya yang berorientasi ekspor.
Bhima juga memperkirakan defisit neraca dagang akan berlanjut. "Ini akan mencapai puncaknya pada Oktober-Desember seiring faktor musiman libur Natal Tahun Baru yang akan menaikkan impor migas dan barang konsumsi," tandasnya.
"Bisa berpengaruh ke pertumbuhan ekonomi karena ada perlambatan net export. Meskipun total defisitnya lebih rendah dari Juli 2018 namun kondisi Juli tahun ini menunjukkan rendahnya kinerja ekspor," ujar Bhima saat dihubungi SINDONews di Jakarta, Kamis (15/8/2019).
Tercatat, pada Juli 2019 ekspor Indonesia mencapai USD15,45 miliar, menurun 5,12% dibandingkan Juli 2018 (year-on-year/yoy). Sedangkan impornya sebesar USD15,51 miliar atau turun 15,21% yoy. Bhima mengatakan, neraca dagang yang masih underperform berpengaruh ke konsumsi rumah tangga dan industri, khususnya yang berorientasi ekspor.
Bhima juga memperkirakan defisit neraca dagang akan berlanjut. "Ini akan mencapai puncaknya pada Oktober-Desember seiring faktor musiman libur Natal Tahun Baru yang akan menaikkan impor migas dan barang konsumsi," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :