Satu Pekan Terakhir, Nilai Transaksi Bursa Turun Jadi Rp8,084 Triliun

Minggu, 18 Agustus 2019 - 14:21 WIB
Satu Pekan Terakhir,...
Satu Pekan Terakhir, Nilai Transaksi Bursa Turun Jadi Rp8,084 Triliun
A A A
JAKARTA - Selama sepekan terakhir, data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan sebesar 0,07% pada posisi 6.286,657 dari 6.282,132 pada pekan sebelumnya. Nilai kapitalisasi pasar juga meningkat sebesar 0,08% menjadi Rp7.211,062 triliun dari Rp7.205,005 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

"Kemudian data rata-rata volume transaksi harian PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan sebesar 4,96% menjadi 15,895 miliar unit saham dari 15,143 miliar unit saham pada pekan sebelumnya," tulis keterangan BEI di Jakarta.

Sedangkan untuk rata-rata nilai transaksi bursa selama sepekan mengalami penyusutan 6,31% menjadi Rp8,084 triliun dari Rp8,628 triliun pada penutupan pekan lalu. Lalu data rata-rata frekuensi transaksi harian BEI pekan ini juga lebih rendah 1,46% menjadi 487,280 ribu kali transaksi dari 494,484 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Sepanjang tahun 2019, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp62,294 triliun dan investor asing pada hari ini mencatatkan jual bersih sebesar Rp722,42 miliar. Pada Jumat (16/8), Obligasi Berkelanjutan Timah I Tahap II Tahun 2019 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Timah I Tahap II Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Timah Tbk telah resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Obligasi Berkelanjutan Timah I Tahap II Tahun 2019 dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp880.000.000.000,- terdiri dari dua seri dan memiliki jangka waktu 3 tahun untuk Seri A dan 5 tahun untuk Seri B. Sedangkan untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan Timah I Tahap II Tahun 2019 dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp313.000.000.000,- dengan jangka waktu 5 tahun.

Hasil pemeringkatan untuk Obligasi ini adalah idA+ dan Sukuk Ijarah adalah idA+(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah 66 emisi dari 40 Perusahaan Tercatat senilai Rp75,47 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 408 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp435,81 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 119 Perusahaan Tercatat. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 100 seri dengan nilai nominal Rp2.598,63 triliun dan USD400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp8,33 triliun.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti PPKM Darurat,...
Menanti PPKM Darurat, Begini Nasib Saham Farmasi di Sesi I Hari Ini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambruk, Asing Lepas BBCA hingga EMTK
Jejak Pasar Modal Indonesia...
Jejak Pasar Modal Indonesia Sepanjang 2021 Menumbuhkan Optimisme
IHSG Nyungsep, Saham...
IHSG Nyungsep, Saham Tambang BUMN Rontok
Pasar Modal Tutup Tahun...
Pasar Modal Tutup Tahun 2023, IHSG Tumbuh 6,62%
Bursa Makin Ramai, hingga...
Bursa Makin Ramai, hingga 25 Agustus 27 Perusahaan Siap IPO
Berita Terkini
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
45 menit yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
3 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
6 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
6 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
7 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
9 jam yang lalu
Infografis
Jadi Jantung Ekonomi...
Jadi Jantung Ekonomi RI, Jumlah Kelas Menengah Turun Drastis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved