Pasar Obligasi Indonesia Menyambut Era Suku Bunga Rendah

Rabu, 21 Agustus 2019 - 05:22 WIB
Pasar Obligasi Indonesia...
Pasar Obligasi Indonesia Menyambut Era Suku Bunga Rendah
A A A
JAKARTA - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) proyeksikan hingga akhir tahun 2019, yield obligasi pemerintah Indonesia untuk tenor 10 tahun akan berada di kisaran 6,5% - 7,0%. Ini akan menjadi daya tarik dibandingkan dengan negara berkembang lainnya sehingga investor diprediksi masuk ke pasar obligasi Indonesia.

Director & Chief Investment Officer, Fixed Income MAMI Ezra Nazula mengatakan, daya tarik pasar saham dan obligasi Indonesia semakin meningkat. Penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI repo rate) yang disertai dengan kenaikan peringkat utang Indonesia yang konsisten dalam dua tahun terakhir membuat Indonesia menjadi tujuan investasi yang menarik, khususnya bagi pasar obligasi.

"Kami yakin BI masih akan melakukan pemangkasan suku bunga. Ada faktor tingkat inflasi yang rendah dan adanya kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Ezra di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Dia menyebutkan, faktor kebijakan suku bunga rendah sangat berdampak. Ini sebagai respon arah kebijakan bank sentral global, dan BI mulai melakukan pelonggaran moneter dengan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Juli lalu. Hal ini dilakukan oleh BI untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir.

"Peluang pemangkasan suku bunga lebih lanjut tercermin dari real interest rate Indonesia yang tinggi dan yield spread antara obligasi pemerintah Indonesia dengan US treasury yang masih lebar," ujarnya.

Dari dalam negeri juga terdapat sentimen positif kondisi domestik yang membaik. Hingga akhir Juli 2019, pasar saham dan obligasi Indonesia mencatatkan kinerja positif, yaitu 3,16% dan 9,54% secara berurutan. Sementara nilai tukar Rupiah terhadap USD menguat 2,56% pada periode yang sama. "Stabilitas Rupiah kunci penting untuk meningkatkan sentimen investasi dan kepercayaan investor, baik bagi penanaman modal asing (PMA) maupun portofolio investasi," tambahnya.

Ekonomi Indonesia disebutnya lebih tahan pada konflik dagang global, karena konsumsi domestik lebih dominan dibandingkan ekspor-impor. Selain itu, membaiknya peringkat utang Indonesia dalam dua tahun terakhir mendorong perbaikan premi risiko, yang tercermin pada penurunan credit default swap (CDS).

Sementara dari keamanan juga didukung berkat berkurangnya gejolak politik dan ekspektasi akselerasi lewat kebijakan kabinet baru sehingga dapat mendorong penguatan pasar saham Indonesia.

Pasar saham berpotensi mengalami penguatan lebih lanjut beberapa sentimen seperti pemangkasan lanjutan suku bunga BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik dan reformasi kebijakan sehingga mengundang investor, kabinet pemerintahan baru yang solid terutama di bidang ekonomi dan diharapkan mempercepat reformasi kebijakan, khususnya bidang energi dan industri. Serta harapan untuk memperbaiki neraca pembayaran dan potensi pemotongan pajak pendapatan korporasi sehingga meningkatkan laba korporasi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Investasi Saham dan...
Investasi Saham dan Obligasi Tetap Menguntungkan, Covid-19 Ada Batasnya
Kupas Tuntas Proyeksi...
Kupas Tuntas Proyeksi Pasar Obligasi, Ini Link Pendaftaran Webinar MNC Asset Management
Jangan Sampai Ketinggalan!...
Jangan Sampai Ketinggalan! Hanya Rp100.000 Bisa Mulai Investasi di MNC Dana SBN
Belajar dari Kasus Influencer...
Belajar dari Kasus Influencer Keuangan, Patuhi Protokol untuk Memilih
Intip Cuan dari RDPU...
Intip Cuan dari RDPU Syariah dan Sukuk, Simak IG Live MNC Asset Besok Jumat Sore!
Market Outlook MNC Mutual...
Market Outlook MNC Mutual Funds 2024 Proyeksi IHSG hingga Obligasi jelang Penurunan Suku Bunga
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
7 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
8 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
8 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
8 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
9 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
9 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved