Pemerintah Kaji Kenaikan Tarif Bea Masuk Impor Produk Hortikultura

Selasa, 03 September 2019 - 22:08 WIB
Pemerintah Kaji Kenaikan...
Pemerintah Kaji Kenaikan Tarif Bea Masuk Impor Produk Hortikultura
A A A
JAKARTA - Pemerintah tengah mengkaji kenaikan aturan bea masuk impor produk hortikultura hewan dan produk hewan. Ini merupakan tindak lanjut dari gugatan Amerika Serikat (AS) dan Selandia Baru di sidang sengketa dagang World Trade Organization (WTO).

Seperti diketahui, kasus sengketa gugatan AS dan Selandia Baru tengah bergulir di WTO terkait impor produk hortikultura, serta hewan dan produk hewan yang diterapkan Indonesia. Indonesia digugat karena dianggap menerapkan hambatan impor (restriktif) dengan mengatur periode importasi produk sejak 2012.

"Itu baru diskusi saja. AS dan Selandia Baru tidak terima pada kebijakan kita. Itu karena kita main aturan non-tariff barrier. Kalau mau ya pakai tarif saja, tapi itu baru diusulkan dan diingatkan," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Menurut Darmin, kenaikan tarif bea masuk impor dilakukan untuk melindungi petani di dalam negeri. Selain itu, kebijakan ini juga agar menjaga produk yang masuk ke Indonesia berkualitas. "Kalau masih mau melindungi pakai tarif dong. Tarif itu kan lebih transparan. Jangan tanya berapa tarifnya karena belum disiapkan, belum dihitung," ungkapnya.

Sementara Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto mengutarakan, pihaknya telah melakukan harmonisasi beberapa pasal dengan menerbitkan Permentan Nomor 24 Tahun 2018 tentang perubahan atas Permentan Nomor 38 Tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). "Sekarang progresnya sudah di Kemenkumham. Ada beberapa poin yang disesuaikan," tuturnya.

Prihasto melanjutkan, salah satu isu yang diangkat terkait rencana kenaikan bea masuk terhadap produk hortikultura. Salah satu poin yang dibahas terkait aturan impor berdasarkan periode panen hortikultura. "Nanti kita perhatikan terkait tarifnya atau bea masuk. Kita akan diskusikan lagi di internal," ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ombudsman Sebut Penahanan...
Ombudsman Sebut Penahanan 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Tidak Tepat
Gara-gara Sengkarut...
Gara-gara Sengkarut Aturan, 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Terancam Busuk
Industri Hortikultura...
Industri Hortikultura Menjanjikan, EWINDO Bangun Fasilitas Penelitian & Pengembangan Baru
Antisipasi Pasca Pandemi,...
Antisipasi Pasca Pandemi, Kementan Siapkan SDM Pertanian Bertarung di Dunia Usaha
EWINDO Pacu Inovasi...
EWINDO Pacu Inovasi Benih Sayuran untuk Ketahanan Pangan
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan...
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan Aquagriculture, Pertanian Berbasis Aquaculture
Berita Terkini
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
14 menit yang lalu
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
25 menit yang lalu
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
29 menit yang lalu
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
1 jam yang lalu
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
1 jam yang lalu
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
12 jam yang lalu
Infografis
Diskon Tarif Tol Lebaran...
Diskon Tarif Tol Lebaran 2026 Sampai 30%, Cek Tanggal Berlakunya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved