Gapero Minta Simplikasi Cukai Tak Jadi Diterapkan

Selasa, 03 September 2019 - 23:12 WIB
Gapero Minta Simplikasi...
Gapero Minta Simplikasi Cukai Tak Jadi Diterapkan
A A A
JAKARTA - Pelaku industri yang tergabung dalam Gabungan Pabrik Rokok (Gapero) menilai, penyederhanaan layer cukai rokok akan merugikan industri kecil. Alasannya, jika dibiarkan, dalam jangka panjang akan menciptakan monopoli industri rokok di dalam negeri.

"Kami meminta agar kebijakan Presiden Jokowi yang sudah baik dan melindungi industri rokok secara adil, tidak dirusak oleh kebijakan simplifikasi cukai yang berbau monopoli," tegas Ketua Gabungan Pabrik Rokok (Gapero) Surabaya, Sulami Bahar dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/9/2019).

Menurut Sulami, jika simplifikasi rokok jadi diterapkan, cepat atau lambat akan mematikan pabrik-pabrik rokok skala menengah dan kecil. Jika mayoritas pabrik rokok di Indonesia tutup, industri padat karya itu hanya dikuasai pabrik rokok besar yang memiliki modal sangat kuat sehingga menimbulkan monopoli.

Dia menambahkan, jika wacana simplifikasi dilakukan, bukan hanya akan merugikan dan mematikan industri rokok rakyat dan menutup ribuan kesempatan kerja yang berakibat ribuan bahkan ratusan ribu masyarakat di seluruh Indonesia kehilangan kesempatan kerja, tetapi juga mematikan ekonomi rakyat sekaligus merugikan pereokonomian daerah.

"Hal ini akan mengakibatkan kondisi ekonomi yang sudah sulit saat ini akan semakin sulit," tegasnya.

Simplifikasi cukai, kata dia, merugikan mayoritas atau 70% dari 400 pabrikan industri rokok di Tanah Air. Mayoritas pabrik rokok yang sebagian besar berskala kecil dan menengah justru menolak pemberlakuan simplifikasi cukai.

"Dari 10 lier penarikan cukai yang ada saat ini, bagi Gapero, pemberlakuan PMK 156/2018 relatif lebih baik, meski belum ideal dibandingkan jika PMK 146/2017 yang diberlakukan. Dengan demikian, salah jika ada pendapat yang mengatakan penerapan PMK No.156/2018 tidak mencerminkan keadilan," tegas Sulami.

Pakar ekonomi makro dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Elan Satriawan, mengakui kondisi ekonomi nasional saat ini sedang lesu. Untuk itu, Elan berharap kebijakan yang akan diterapkan oleh pemerintah harus hati-hati.

Demikian halnya dengan implementasi simplifikasi cukai. "Kami sebagai ekonom melakukan kajian. Kementrian Keuangan yang menerima hasil kajian akan menyampaikan usulannya kepada Presiden," paparnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kenaikan Cukai Rokok...
Kenaikan Cukai Rokok Berpotensi Matikan Industri Rokok Kecil
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Simplifikasi Cukai Rokok...
Simplifikasi Cukai Rokok Dinilai Memuat Kepentingan Asing
Elemen Industri Rokok...
Elemen Industri Rokok Minta Pemerintah Tak Naikkan Cukai di 2023
Rokok Murah Makin Marak,...
Rokok Murah Makin Marak, Ini Biang Keladinya
Keki Cukai Rokok Naik,...
Keki Cukai Rokok Naik, KNPK: Sekalian Saja Ilegalkan
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved