Wall Street Ditutup Fluktuatif Karena Data Tenaga Kerja Mengecewakan

Sabtu, 07 September 2019 - 10:18 WIB
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Fluktuatif Karena Data Tenaga Kerja Mengecewakan
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street ditutup fluktuatif pada perdagangan Jumat waktu setempat, seiring laporan data tenaga kerja bulan Agustus yang mengecewakan. Meski demikian, sepanjang pekan ini, Wall Street mencatat kenaikan merespon optimisme hubungan perdagangan AS-China.

Melansir dari CNBC, Sabtu (7/9/2019), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 69,31 poin atau 0,3% pada level 26.797,46. S&P 500 naik tipis 0,1% menjadi 2.978,71, sementara Nasdaq tergelincir 0,2% menjadi 8.103,07.

Dalam minggu ini, indeks Dow Jones dan S&P 500 telah naik 1,5%, sementara Nasdaq untung 1,8%. Keuntungan ini datang ditengah harapan bahwa dua negara ekonomi terbesar dunia, AS dan China akan segera membuat kemajuan besar setelah konflik dagang yang berlarut-larut.

Kementerian Perdagangan China mengatakan pada Kamis lalu, bahwa negosiator perdagangan utama mereka, Liu He, telah berkomunikasi melalui telepon dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin. Mereka sepakat bertemu pada awal Oktober untuk putaran negosiasi berikutnya. Sumber pemerintah China juga mengisyaratkan pembicaraan perdagangan yang akan datang mengarah pada "terobosan."

"Indeks utama telah naik seiring rencana putaran baru perundingan dagang. Reli skala besar kemungkinan bisa terjadi di pasar saham," ujar Ken Berman, pendiri Gorilla Trades, dalam catatannya kepada CNBC.

Namun, harapan akan kemajuan hubungan AS-China terhalang oleh data tenaga kerja, sehingga membuat Wall Street tidak memantul tinggi. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah tenaga kerja pada Agustus 2019 melambat menjadi 130.000 orang. Ini merupakan perlambatan selama tiga bulan beruntun.

Angka 130.000 orang ini lebih rendah dari survei ekonomi Wall Street yang memperkirakan 150.000 tenaga kerja. Meski demikian, angka pengangguran tetap stabil di 3,7%. Dan tingkat upah tumbuh lebih dari yang diharapkan, dengan naik 0,4% pada Agustus dibanding bulan lalu. Dan secara tahunan, tingkat upah sudah naik 3,2%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Kebakaran Saat Inflasi AS Membara
Wall Street Dibuka Tergelincir...
Wall Street Dibuka Tergelincir Usai Diterpa Data Non-Farm Payrolls
Sejarah Wall Street,...
Sejarah Wall Street, Wilayah Pusat Bursa Efek New York
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Melemah Usai The Fed Jaga Suku Bunga Tetap Stabil
Wall Street Variatif...
Wall Street Variatif Saat Indeks S&P Dalam Jalur Terbaik 34 Tahun
Wall Street Dibuka Rebound...
Wall Street Dibuka Rebound Usai Terhimpit Data Inflasi
Berita Terkini
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
4 jam yang lalu
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
5 jam yang lalu
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
7 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
10 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
12 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
13 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved