Soal Larangan Ekspor Nikel, Luhut: Masa Harga Timah Ditentukan Singapura

Senin, 09 September 2019 - 20:50 WIB
Soal Larangan Ekspor...
Soal Larangan Ekspor Nikel, Luhut: Masa Harga Timah Ditentukan Singapura
A A A
JAKARTA - Menko bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan kembali menegaskan bahwa aturan mengenai larangan ekspor nikel yang dipercepat menjadi awal tahun depan dilakukan untuk fokus melakukan hilirisasi. Melalui hilirisasi ini diharapkan RI akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan adanya ekspor bernilai tambah.

"Selama ini Indonesia belum terlalu fokus dalam pengembangan hilirisasi. Pelaku usaha tambang mineral masih banyak yang terlena untuk mengekspor komoditas mentah, yang menyebabkan nilai ekspor tidak maksimal," ujar Menko Luhut di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Ham itu juga menekankan, pelarangan ekspor komoditas tambang mineral mentah seperti nikel tidak akan menguntungkan China. Justru apabila pelaku usaha tetap melanjutkan ekspor komoditas mentah, maka China yang akan semakin diuntungkan.

"Selama ini kita ekspor-ekspor itu ke mana, ke China! 98% itu ke China, saya ulangi ya 98% ke China. Kita hanya ekspor saja, bawa itu tanah yang isinya timah," tuturnya.

Oleh karenanya, Luhut mendorong industri tambang mineral di Indonesia untuk melakukan hilirisasi. Dengan adanya hilirisasi ini, diharapkan harga acuan timah nantinya tidak lagi ditentukan oleh Singapura.

"Masa harga timah ditentukan di Singapura, kamu bangga enggak sebagai orang Indonesia? Masa tidak bisa bikin supply chainnya itu juga," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Awas, Sanksi Luhut Mengancam...
Awas, Sanksi Luhut Mengancam Perusahaan Nakal Tak Patuh Harga Patokan Biji Nikel
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Tesla Disebut Dekati...
Tesla Disebut Dekati Indonesia untuk Pengembangan Baterai Mobil Listrik
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Pemerintah Terima Bantuan...
Pemerintah Terima Bantuan Oksigen dari Perusahaan Smelter Nikel VDNI-OSS
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
9 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
10 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
10 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
10 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved