Sri Mulyani Sindir Pejabat Daerah yang Malas Lihat Laporan Keuangan

Kamis, 12 September 2019 - 11:43 WIB
Sri Mulyani Sindir Pejabat...
Sri Mulyani Sindir Pejabat Daerah yang Malas Lihat Laporan Keuangan
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyayangkan masih adanya pejabat daerah yang enggan melihat laporan keuangan, dengan alasan rumit. Untuk itu, Sri Mulyani mengimbau agar pejabat tersebut menanyakan secara langsung ke pemerintah pusat.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, bahkan menyindir pola perilaku beberapa pejabat daerah yang menanyakan anggaran daerah dengan chatting menggunakan aplikasi WhatsApp. Hal ini ditemukan Sri Mulyani saat dirinya berkunjung ke Papua, dimana beberapa pejabat menanyakan jumlah anggaran untuk Papua.

Padahal, kata dia, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selalu memberikan informasi terbuka mengenai anggaran daerah maupun pusat.

"Banyak yang nanya ke saya seharusnya berapa anggaran untuk daerah. Dan mereka nanya hanya lewat WhatsApp, saya bukan keberatan soal WA tapi kulturnya yang malas lihat laporan keuangan karena rumit," beber Sri Mulyani di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Menurutnya keuangan negara adalah instrumen tujuan nasional dalam membanguan infrastruktur untuk Indpnesia. Hal ini dilakukan untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan.

"Kita tidak boleh melupakan hubungan penggunaan keuangan negara bagi tujuan negara agar menciptakan lapangan kerja, mengurangi kesenjangan kemiskinan dan meningkatkan indeks pembangunan manusia," jelasnya.

Karena itu, Sri Mulyani menginginkan agar para pejabat bisa memahami dan mengelola laporan keuangan secara baik dan akuntabel. Tujuannya memajukan Indonesia. Hal ini penting dilakukan, sambung dia, karena Kementerian Keuangan sudah mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian dalam membuat laporan keuangan.

"Saat ini kita masuk ke big data dan business intelligence, ini hal besar karena itu pemerintah pusat dan daerah harus saling bersinergi dalam laporan keuangan. Sehingga dapat membuat keputusan yang powerfull," terangnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dorong Transparansi,...
Dorong Transparansi, Menkeu Terus Modernisasi Laporan Keuangan
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Mendorong Sektor...
Kemenkeu Mendorong Sektor Jasa Keuangan Tumbuh Berkembang
Respons Temuan BPK,...
Respons Temuan BPK, Sri Mulyani: Kami Tindaklanjuti dengan Action Plan
Sri Mulyani Guyur Rp5...
Sri Mulyani Guyur Rp5 Triliun untuk Jamin Kredit UMKM
Sri Mulyani Izinkan...
Sri Mulyani Izinkan Pegawainya Dinas Luar Kota dengan Syarat
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
9 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
10 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
11 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
12 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
13 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
14 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved