Importir Nasional Permasalahkan Impor Limbah di Pelabuhan Priok

Jum'at, 13 September 2019 - 18:31 WIB
Importir Nasional Permasalahkan...
Importir Nasional Permasalahkan Impor Limbah di Pelabuhan Priok
A A A
JAKARTA - Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) mempermasalahkan terlantarnya ratusan kontainer impor yang diduga berisi limbah plastik di Pelabuhan Tanjung Priok. Kontainer tersebut sudah lebih dari 60 hari berada di Pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Sekjen Badan Pengurus Pusat (BPP) GINSI Erwin Taufan mengatakan, terulangnya importasi semacam itu menandakan ketidakberesan semua pihak, mulai dari importirnya maupun para instansi yang seharusnya mengawasi kegiatan impor di pelabuhan.

"Kami lihat dari beberapa sisi, jelas ini ada sesuatu yang gak beres. Kalau kontainer sudah ada di pelabuhan berarti pengawasan ada di custom maka pada saat disubmit akan mereka ketahui. Kalau ada kesalahan dan tetap masuk barang limbah tersebut berarti importirnya ngawur," ujarnya, di Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Dia mengatakan, menumpuknya ratusan kontainer impor bermasalah di pelabuhan Tanjung Priok itu, tidak boleh berlama-lama dan mesti dicarikan solusi yakni apakah kontainer itu di rilis keluar pelabuhan atau segera dilakukan re ekspor ke negara asal barang tersebut.

Dia beralasan bahwa pelabuhan mesti terjamin dari ancaman stagnasi, lantaran dikhawatirkan menumpuknya kontainer impor bermasalah itu dapat memengaruhi kelancaran arus barang dan logistik akibat kepadatan pada yard occupancy ratio (YOR) di terminal peti kemas maupun di tempat penimbunan sementara (TPS) pabean Priok.

Saat ini, di Pelabuhan Tanjung Priok terdapat lima fasilitas terminal peti kemas yang layani ekspor impor yakni: Jakarta International Container Terminal (JICT), Terminal Peti Kemas Koja, New Priok Container Terminal One (NPCT-1), Terminal Mustika Alam Lestari (MAL), dan Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok.

Menurut GINSI, kasus importasi bermasalah tersebut sebenarnya bisa dideteksi sejak awal jika diawasi oleh lembaga surveyor (LS) melalui standar operasional yang ditetapkan.

"Jadi, kalau dari sisi pengawasan/aturan pemerintah sebenarnya sudah memagarinya.Tinggal si pelaku ini (importir) niatnya apa. Dan karena kontainer-kontainer bermasalah itu kini sudah menggangu kelancaran arus logistik di terminal peti kemas, seharusnnya segera diambil tindakan tegas," kata Taufan.

Sebelumnya,Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, menyatakan ratusan kontainer impor diduga berisi sampah/limbah plastik yang sampai saat ini masih tertahan di pelabuhan Tanjung Priok, lantaran pengurusan perizinan importasi tersebut belum selesai.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
GINSI Apresiasi Inpres...
GINSI Apresiasi Inpres Pembenahan Logistik dan Pengetatan Impor
GINSI Dukung Sikap Kemenperin...
GINSI Dukung Sikap Kemenperin Soal Importasi Baja
Banjir Impor Kosmetik...
Banjir Impor Kosmetik Ilegal, GINSI: Bikin Hancur Industri Lokal!
Ginsi Dorong Sosialisasi...
Ginsi Dorong Sosialisasi Perubahan Aturan Impor Baja
Produksi Baja Nasional...
Produksi Baja Nasional Belum Mampu Imbangi Kebutuhan Industri Pengguna
Tak Ada Faedah, GINSI...
Tak Ada Faedah, GINSI Tolak Biaya Survei Peti Kemas di Depo Empty
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
2 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
3 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
3 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
3 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
4 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved