Respons Pengusaha Properti, Menkeu Ngaku Telah Berikan Insentif

Rabu, 18 September 2019 - 20:01 WIB
Respons Pengusaha Properti,...
Respons Pengusaha Properti, Menkeu Ngaku Telah Berikan Insentif
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati merespons masukan dari para pengusaha properti dengan menyiapkan beberapa insentif untuk meningkatkan pertumbuhan sektor properti. Dia menjanjikan insentif fiskal ini memudahkan para pengusaha, termasuk para pengembang di sektor properti.

"Hal yang diberikan adalah subsidi, peningkatan tidak kena PPN rumah sederhana berdasarkan daerahnya," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Dia memaparkan, insetif pajak yang telah diberikan adalah pembebasan PPN atas rumah/bangunan kena bencana, peningkatan batasan nilai hunian mewah yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) dari Rp5 miliar dan/atau Rp10 miliar menjadi Rp30 miliar.Selanjutnya, penurunan tarif PPh pasal 22 atas Hunian Mewah, dari tarif 5% menjadi 1%, dan simplifikasi prosedur validasi Pajak Penghasilan (PPh) penjualan tanah/bangunan, dari yang sebelumnya 15 hari menjadi hanya 3 hari. "Seluruh halangan untuk membeli properti sekarang kita ringankan," tegasnya.
Menurutnya, sektor properti merupakan sektor yang memiliki multiplier effect untuk sektor lainnya. Ia menyebutkan, adanya peningkatan aktivitas di sektor properti juga akan memberikan dampak positif pada sektor perdagangan, sektor industri logam, semen, transportasi, jasa keuangan dan asuransi.

"Konstruksi dan properti memiliki karakter ekonomi yang sangat baik. Kalau sektor ini tumbuh Rp1 triliun maka dampaknya ke ekonomi lebih dari 1 triliun bahkan hampir Rp2 triliun," jelasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pelaku Usaha Optimistis...
Pelaku Usaha Optimistis Sektor Properti Akan Tumbuh di 2022
Prospek Properti 2022:...
Prospek Properti 2022: Stimulus Pemerintah Jaga Kondisi Pasar Stabil
Ketum Kadin Mendorong...
Ketum Kadin Mendorong Insentif Fiskal Bagi Industri Otomotif
Banjir Insentif, Industri...
Banjir Insentif, Industri Properti Berpeluang Melesat
Perpanjangan Insentif...
Perpanjangan Insentif Pajak Properti demi Sektor Konsumsi
Perpanjangan Insentif...
Perpanjangan Insentif Pajak, Diyakini Dongkrak Industri Properti
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
41 menit yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
1 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
1 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
11 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved