Terapkan Lean Construction Lebih Masif, HKI Jalin Kerjasama dengan ITB

Rabu, 18 September 2019 - 20:06 WIB
Terapkan Lean Construction...
Terapkan Lean Construction Lebih Masif, HKI Jalin Kerjasama dengan ITB
A A A
KOTA BANDUNG - PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) dan Fakultas Teknik Sipil & Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) menandatangani kerja sama saat peluncuran Center for Infrastructure & Build Environment (CIBE) di Gedung CIBE, Kampus ITB, Kota Bandung, Selasa (17/9/2019).

“Ruang lingkup kesepahaman ini meliputi kegiatan pelatihan, pengembangan, dan penelitian terkait Lean Construction di lingkungan HKI,” ungkap Fatma Dewi Setyowati, Direktur Operasi I HKI.

Fatma memaparkan bahwa kerjasama ini merupakan tindak-lanjut atas penerapan Lean Construction di salah satu bagian proyek HKI yaitu Jalan Tol Trans-Sumatera Ruas Pekanbaru-Dumai seksi 2A.

“Manajemen HKI melihat penerapan Lean Construction di salah satu bagian proyek terbukti membawa efisiensi yang baik, dari situ kami semua sepakat kenapa tidak membawa penerapan metode dan filosofi bekerja ini secara lebih masif dan terstruktur di seluruh proyek yang kami kerjakan,” tambahnya.

Sebelumnya, HKI secara nyata sudah menerapkan Lean Construction yang berhasil mempercepat penyelesaian salah satu pekerjaan kritis yakni underpass di STA 28+150 proyek Pekanbaru-Dumai Seksi 2A.

“Dengan menerapkan filosofi Lean Thinking dalam Lean Construction, keterlambatan bisa dipangkas secara signifikan dengan kondisi bahwa ini diterapkan di tengah-tengah proyek sudah ber-progress. Dapat dibayangkan efisiensi dan efektivitas kerja kita jika Lean Construction kita terapkan sejak fase perencanaan proyek untuk proyek-proyek kami di Jalan Tol Trans-Sumatera selanjutnya, kami optimis pasti akan jauh lebih baik lagi,” ungkap Fatma.

Terkait proyek-proyek mendatang di Jalan Tol Trans-Sumatera yang akan dikerjakan oleh HKI adalah salah satunya ruas Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 36,5 km serta ruas Indralaya-Prabumulih sepanjang 65 km.

Sejak tahun 2015 hingga hari ini, HKI terus menorehkan kinerja perusahaan yang mengagumkan. Hingga akhir tahun 2018, HKI tercatat memiliki laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate /CAGR) sampai 143,32 % untuk pendapatan, serta 138 % untuk laba bersih. Hal ini disebabkan dengan semakin besarnya perolehan kontrak dari proyek JTTS yang diamanatkan kepada HKI, sekaligus dibarengi dengan kapabilitas HKI dalam menghasilkan pekerjaan konstruksi jalan tol yang berkualitas tinggi.

Hingga hari ini, HKI telah sukses menyelesaikan JTTS ruas Palembang-Indralaya sepanjang 22 km, serta ruas Medan-Binjai Seksi 2 dari Helvetia ke Sei Semayang sepanjang 6 km dan Seksi 3 dari Sei Semayang ke Binjai sepanjang 4,5 km. Saat ini HKI tengah membangun JTTS ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,4 km yang ditargetkan selesai di akhir tahun 2019, serta ruas Padang-Sicincin. Di samping itu, HKI juga sudah memperoleh kontrak baru untuk pembangunan JTTS ruas Pekanbaru-Bangkinang dan ruas Indralaya-Prabumulih.

Dengan rencana konstruksi JTTS yang masih terus bergulir hingga tahun-tahun mendatang, HKI terus berupaya menyelenggarakan berbagai inovasi dari di semua lini usaha yang diharapkan dapat berimbas kepada efisiensi dan efektivitas operasi Perusahaan, yang pada gilirannya mampu memberikan optimalisasi nilai (value) baik bagi Pemegang Saham maupun Pemangku Kepentingan lainnya.

Sedangkan Lean Construction adalah sebuah metode dalam mendesain sistem kerja proyek konstruksi yang dapat mengidentifikasi adanya waste (pemborosan) sehingga segala sesuatu yang tidak menambah nilai (value), dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan.

Penerapan Lean Construction bertujuan untuk mengoptimalisasikan pelaksanaan proyek konstruksi, mengingat hambatan dalam sebuah proyek yang biasa terjadi seperti keterlambatan material, ketidakefektifan SDM, hingga pengelolaan limbah merupakan masalah yang kerap menghambat kelancaran penyelesaian proyek.

Penerapan Lean Construction sendiri masih belum banyak dilakukan di industri konstruksi Indonesia, lantaran prinsip kerjanya yang belum terlalu familiar bagi praktisi industri dalam negeri. Namun, jika diterapkan dengan baik, dampak positifnya dapat dirasakan secara signifikan, misalnya peningkatan kinerja serta keselamatan kerja, dan pada akhirnya dapat berimbas pada biaya proyek yang lebih efisien.
(akn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hutama Karya hingga...
Hutama Karya hingga KAI Nunggak Utang Triliunan, Ini Respons Kementerian BUMN
Jejak Karir Dirut HK...
Jejak Karir Dirut HK Baru Budi Harto dan Wakomut Lukman Edy
Konsisten dalam Bina...
Konsisten dalam Bina Mitra, Hutama Karya Dorong UMKM Naik Kelas
Bangun Jalan Tol Terpanjang...
Bangun Jalan Tol Terpanjang di Indonesia, Hutama Karya Pakai Produk Lokal
Tol Sigli-Banda Aceh...
Tol Sigli-Banda Aceh Diresmikan Jokowi, Akan Tingkatkan Efek Berganda
Transparan dalam Menjalankan...
Transparan dalam Menjalankan Bisnis, Hutama Karya Raih Sertifikasi Antipenyuapan
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
29 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
53 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
59 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved