Bangun Kota Metropolitan Baru Perlu Koordinasi dan Antisipasi Urbanisasi

Jum'at, 20 September 2019 - 17:53 WIB
Bangun Kota Metropolitan...
Bangun Kota Metropolitan Baru Perlu Koordinasi dan Antisipasi Urbanisasi
A A A
PALEMBANG - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan enam kota di luar pulau Jawa akan dikembangkan menjadi Kota Metropolitan baru. Pengembangan dengan tujuan pemerataan ini diingatkan membutuhkan persiapan dan koordinasi lintas pemerintah, jika tidak ingin menimbulkan masalah baru.

Pengamat Sosial Politik Fatkurohman mengatakan, Palembang telah memiliki rencana pengembangan, dimana saat itu sudah ada rencana lingkar luar yang melintasi kawasan Gandus (pinggiran kota) dan pembangunan sejumlah jembatan mulai dari Jembatan Musi III hingga Musi IV. “Sudah ada itu, sudah lama,” ujarnya di Palembang, Jumat (20/9/2019).
(Baca Juga: Menanti Kota Metropolitan Baru )
Palembang pada intinya siap dan layak dikembangkan menjadi Kota Metropolitan. Namun tetap harus diselesaikan penyelesaian sarana pendukung, yakni pelabuhan dan kawasan ekonomi khusus (KEK) serta hilirisasi komoditas utama Sumsel yakni kelapa sawit dan karet. “Tapi benar-benar hilirisasi jangan sampai hanya menjadi broker,” katanya.

Selanjutnya di bidang jasa seperti pariwisata, Palembang perlu penegasan identitas. Jangan sampai terus terjadi, gencar promosi sriwijaya dan sebagainya, namun ketika orang datang ke Palembang dan bertanya dimana Siriwijaya, tidak banyak jawaban. “Sriwajaya itu mana? Padahal bisa dikembangkan seperti di TPKS ada kanal – kanal peninggalan sriwijaya. Kemudian Palembang Darussalam, kita punya raja, keratonnya mana,” kata Analis Lembaga Kajian Politik dan Opini Publik Rumah Citra Indonesia ini.

Kemudian yang paling penting adalah, koordinasi lintas pemerintah terutama provinsi serta kabupaten dan kota penyangga. Palembang tidak akan mampu berdiri atau berkembang sendiri tanpa dukungan kawasanan penyangga. Jika tidak, akan muncul masalah baru, yakni urbanisasi. “Dan masalah sosial akan muncul, apalagi jika tidak didukung SDM yang handal, ya pengangguran dan kriminalitas,” sebutnya.

Karena itu, koordinasi provinsi bersama kabupaten dan kota sehingga selain Palembang juga berkembang dengan identitasnya masing – masing. Misalnya sentra pertanian, pertambangan, pariwisata dan sebagainya. “Katakanlah Lubuk Linggau dan Pagaralam dikembangkan pariwisata, Banyuasin dan OKI pertanian, Musi Banyuasin mungkin pertambangan. Ini penting harus berkembang bersama, jika tidak semua masuk Palembang,” katanya.

Secara kawasan yakni di Sumbagsel, sebenarnya Lampung lebih dulu dengan dukungan pelabuhan Bakauheni. Sebagian komoditas termasuk Batubara dan Kopi serta pertanian asal Sumsel keluar melalui Lampung. “Balik lagi, peting hilirisasi produk andalan dari sawit dan karet, jangan sampai kalah dengan Tanjung Jabung, Jambi dan ada Lampung,” sebutnya.

Sementara itu, Pemkot Palembang melalui Wakil Wali Kota Fitrianti Agustinda mengatakan, pemerintah dan masyarakat Kota Palembang menyambut baik rencana Palembang dikembangkan menjadi Kota Metropolitan. "Tentu sangat senang," ujarnya, Jumat (20/9/2019).

Pemkot dan masyarakat, sambungnya, akan terus bekerja dan menyiapkan segala sesuatunya termasuk rencana tata ruang dan wilayah. "Jadi ibu kota pun kita siap, karena kita sangat tepat jauh dari gunung, jauh dari Tsunami, letusan gunung api, kemudian masih punya wilayah luas dapat dibangun kantor - kantor pusat," sebutnya.

Apalagi, Palembang telah memiliki infrastruktur yang cukup. Baik sarana olahraga maupun transportasi dengan adanya LRT, under pass dan flyover di sejumlah tempat. "Untuk trasportasi kita sudah baik dan cukup, ada LRT," katanya.

Politisi PDI Perjuangan yakin tidak akan ada persoalan terkait pengembangan kota termasuk urbanisasi dan pengangguran. Karena hal itu akan dikoordinasi bidang kependudukan "Penduduk Palembang hampir 1,8 hampir dan wilayah masih sangat luas. Saya kira itu tidak akan menjadi persoalan," katanya usai mengunjungi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemuda Sulsel Didorong...
Pemuda Sulsel Didorong Berperan dalam Pembangunan Ibu Kota Baru Nusantara
Pemindahan Ibu Kota...
Pemindahan Ibu Kota Negara Bisa Berakhir Gagal, 3 Negara Ini Merasakannya
Bappenas Beberkan Alasan...
Bappenas Beberkan Alasan Sesungguhnya Pemindahan Ibu Kota
Mengungkap Urgensi Pemindahan...
Mengungkap Urgensi Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur
Bappenas Tegaskan Pemindahan...
Bappenas Tegaskan Pemindahan IKN Wujudkan Pemerataan Ekonomi
Catat! Ini 4 Tahapan...
Catat! Ini 4 Tahapan Pemindahan Ibu Kota Indonesia
Berita Terkini
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
18 menit yang lalu
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
26 menit yang lalu
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
33 menit yang lalu
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
44 menit yang lalu
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
1 jam yang lalu
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
1 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved