Terdaftar di OJK, Fintech Syariah Ini Tawarkan Imbal Hasil 16%

Senin, 23 September 2019 - 18:12 WIB
Terdaftar di OJK, Fintech...
Terdaftar di OJK, Fintech Syariah Ini Tawarkan Imbal Hasil 16%
A A A
JAKARTA - Pembiayaan sektor produktif menjadi kategori yang mendominasi financial technology (fintech). Hingga saat ini, setidaknya sudah ada sembilan fintech syariah yang terdaftar dan 15 fintech yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sekitar 90% diantaranya memberikan pembiayaan untuk sektor produktif. Pertumbuhan fintech syariah di sektor produktif ini didorong oleh minat investor yang cukup tinggi.

CEO TN Kapital, Tiar Karbala, mengatakan industri fintech syariah di Indonesia memiliki potensi bisnis menjanjikan dan memiliki dampak bagi percepatan ekonomi Indonesia. Selain berpotensi memperoleh margin yang besar dari sisi bisnis, pembiayaan ini memberikan dampak positif untuk sosial.

"Masih banyak potensi yang dapat dimaksimalkan pada industri fintech di Indonesia, terutama di sektor layanan pembiayaan P2P yang memiliki sistem pembiayaan secara syariah. Selain memiliki prospek bisnis yang baik, sektor pembiayaan ini dapat memberikan dampak positif untuk sosial, terutama bagi industri startup dan UKM," jelas Tiar, Senin (23/9/2019).

Tiar menambahkan, saat ini TN Kapital telah berkolaborasi dengan salah satu startup financing P2P dengan sistem pembiayaan murni syariah bernama ALAMI. Menurut Tiar, kolaborasi TN Kapital dengan ALAMI merupakan langkah yang strategis demi menyediakan pilihan investasi dan layanan pembiayaan dengan sistem berbasis syariah untuk masyarakat Indonesia.

"Kami ingin melebarkan sayap ke sektor fintech syariah ini, berkolaborasi dengan ALAMI. Kami ingin menghadirkan pilihan investasi layanan pembiayaan yang memiliki banyak manfaat bagi pendana maupun UKM, dan pastinya terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia," tambahnya.

Dima Djani, Founder & CEO ALAMI menjelaskan pembiayaan peer-to-peer financing syariah memiliki keunggulan lebih dari segi kepastian, keamanan serta risiko investasi yang cenderung lebih rendah, dibandingkan return instrumen reksa dana per tahun, mengingat return investment reksa dana yang fluktuatif karena dipengaruhi oleh kinerja pasar.

"Prinsip syariah mengutamakan nilai-nilai kemaslahatan, manfaat baik, serta mengusung unsur keamanan khususnya dalam menyaring bisnis yang akan didanai. ALAMI melaksanakan credit scoring pada UKM melalui sistem credit engine yang merangkup sisi kualitatif dan kuantitatif demi memastikan operasional bisnis UKM tersebut sehat. Selain itu, dengan produk berupa invoice financing, ALAMI ingin meminimalisir risiko investasi, sehingga kepastian penggunaan dana serta pembayarannya jelas," terangnya.

Berbicara mengenai investasi, tentu keuntungan merupakan salah satu aspek yang diperhatikan oleh pendana atau investor. Dalam hal ini, Dima menjelaskan pendana di ALAMI akan mendapat beberapa keuntungan, salah satunya adalah berupa ujrah (imbal hasil) atas jasa yang mereka berikan kepada UKM.

"Dengan modal atau biaya investasi yang relatif kecil, ALAMI memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan. Mulai dari rata-rata imbal hasil sebesar 14%-16% tergantung pada hasil credit scoring, sampai tenor yang relatif lebih singkat dibandingkan dari deposito yaitu 1 sampai 6 bulan," tambahnya.

Dima menambahkan segala keunggulan yang dimiliki ALAMI dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia, baik yang beragama Islam ataupun menganut kepercayaan lainnya. Karena pada dasarnya prinsip syariah mengacu pada prinsip kemitraan, keadilan, kemanfaatan, keseimbangan, serta keuniversalan.

"Ketika berbicara mengenai syariah, memang akan membahas tentang Islam. Namun yang harus digarisbawahi adalah syariah mengacu pada prinsip kemitraan, keadilan, kemanfaatan, keseimbangan, serta keuniversalan. Sehingga sangat terbuka bagi masyarakat luas dan tak terbatas pada golongan tertentu," tutupnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fintech Syariah Raih...
Fintech Syariah Raih Penghargaan Internasional sebagai Best Crowdfunding Islamic Platform
Pelaku Bisnis Fintech...
Pelaku Bisnis Fintech P2P Lending Bagikan Tips agar Calon Borrower Tak Gagal Bayar
Salurkan Pembiayaan...
Salurkan Pembiayaan Rp 3,9 Triliun, Fintech P2P Lending Ini Menegaskan Posisinya
Tahun Penuh Tantangan...
Tahun Penuh Tantangan Bagi Fintech P2P, AFPI: Saatnya Bangkit
Investasi Fintech P2P...
Investasi Fintech P2P Lending Moncer saat Wabah Virus Corona
Perkuat Sisi Pembiayaan...
Perkuat Sisi Pembiayaan dalam Ekosistem Pabrik Startup, WGSHub Gandeng Ethis
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Hadirkan Beragam Inovasi Engineering Melalui PINDEX 2026
50 menit yang lalu
Ika Unpad Luncurkan...
Ika Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau, Dorong Transformasi Nasional
1 jam yang lalu
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
2 jam yang lalu
IHSG Berakhir Menguat...
IHSG Berakhir Menguat usai Libur Panjang, Hari Ini Sentuh Level 6.195
2 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Penawaran...
Jangan Lewatkan Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah Global Mediacom Tahap II Tahun 2026!
3 jam yang lalu
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved