BI Terus Kampanyekan QRIS untuk Percepat Inklusi Keuangan

Senin, 23 September 2019 - 13:04 WIB
BI Terus Kampanyekan...
BI Terus Kampanyekan QRIS untuk Percepat Inklusi Keuangan
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan akan terus mengampanyekan penggunaan QR code Indonesian Standard (QRIS) untuk mempercepat inklusi keuangan dan ekonomi di Tanah Air.

Seperti diketahui, QRIS telah diluncurkan pada 17 Agustus 2019 dan akan mulai diterapkan secara menyeluruh pada tanggal 1 Januari 2020.

"Kampanye penggunaan QRIS akan dilakukan dan sekarang sudah berlangsung. Antara lain bagaimana QRIS itu akan dibuat segmen utama, di dunia perseroan terbatas (PT), mahasiswa dan juga pasar pasar tradisional seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)," kata Perry di sela acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (23/9/2019).

QRIS atau standar Quick Response (QR) Code dapat digunakan untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking. QRIS dihubungkan dengan merchant atau dengan fintech perbankan, sehingga hal ini akan mempercepat inklusi ekonomi dan keuangan di Indonesia.

Menurut Perry, visi BI dalam sistem pembayaran 2025 yakni bagaimana sistem pembayaran di Indonesia terintegrasi dalam sistem keuangan secara end to end process.

Adapun salah satu inovasi dan stabilisasi yang selalu diperhatikan yakni BI mengubah pendekatan sandbox yang selama ini regulatory approach menjadi development approach.

"Apa artinya? Selama ini BI lebih banyak menunggu usaha-usaha rintisan atau stratup yang mengajukan izin khususnya terkait sistem pembayaran. Ini kita rombak. Melalui visi 2025 kita pakai development approach, artinya kita bergandengan tangan dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), asosiasi, dan juga dunia usaha untuk mengembangkan startup secara bersama," jelas Perry.

Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 digelar atas kolaborasi Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) bekerja sama dengan BI dan OJK. Ajang yang dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ini dihadiri oleh sekitar 5.500 peserta dan diisi dengan diskusi panel selama dua hari, yakni 23-24 September 2019.

"Diskusi panel ini diisi oleh para pelaku dan pejabat pembuat kepentingan. Ini adalah wujud komitken bersama antara pemerintah, regulator seperti BI dan OJK, pelaku usaha yaitu asosiasi fintech, dan juga masyarakat pemerhati maupun yang sangat tertarik mengembangkan ekonomi dan keuangan digital," beber Perry.

BI berkomitmen untuk memajukan ekonomi keuangan digital di Indonesia, khususnya bagaimana ekonomi keuangan digital meningkatkan inklusi keuangan dan inklusi ekonomi.

"Inklusi keuangan adalah bagaimana masyarakat kita yang selama ini belum tersentuh dunia keuangan bisa tersentuh untuk dunia keuangan," katanya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
42 menit yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
52 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved