Hapus Keluhan Petani, Bantaeng Salurkan Klaim AUTP

Jum'at, 27 September 2019 - 00:03 WIB
Hapus Keluhan Petani,...
Hapus Keluhan Petani, Bantaeng Salurkan Klaim AUTP
A A A
JAKARTA - Petani di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan sudah tidak mengeluh lantaran gagal panen musim ini. Pasalnya, Pemda Bantaeng menyalurkan klaim asuransi pertanian kepada sejumlah kelompok tani.

Penyerahan Klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi dan Kerbau (AUTS/K) tersebut dilaksanakan di ruang pola Kantor Bupati Bantaeng. Dalam kegiatan ini, Juga dilakukan penyerahan Kartu Tani dan bantuan bibit untuk petani.

"Sejak September 2018, petani sudah menerima beberapa bantuan bibit baik melalui dana APBN maupun APBD. Dengan kerja sama ini jika petani di Bantaeng mengalami kerugian, proses klaim bisa dilakukan," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bantaeng, Rahmania.

Menurut Rahmania, kegiatan ini merupakan bukti bahwa program unggulan di bidang pertanian berjalan dengan semustinya. Berkat asuransi pertanian ini, petani di Bantaeng terlindungi dari gagal panen.

"Program mulai efektif dilaksanakan pada tahun anggaran 2019. Pada awal pelaksanaannya tentu masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus melakukan evaluasi agar program unggulan ini dapat berjalan secara efektif," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia juga mengimbau kepada dinas terkait untuk terus melakukan penyuluhan kepada para petani. Salah satu masalah yang muncul adalah masih kurangnya petani yang mendaftar pada program ini.

"Saya pikir, jika petani sudah tahu manfaatnya maka akan segera mengikutinya," ambah Rahmania.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, AUTP sangatlah penting bagi petani utamanya menghadapi musim kering seperti saat ini. Jadi sayang sekali jika petani tidak mau ikut dalam asuransi ini.

"Preminya murah karena dapat subsidi dari pemerintah. Hanya Rp36.000 per hektar dari aslinya Rp180.000. Sayang sekali kalau petani tidak ikut karena jika mereka gagal panen, kan ada uang yang akan cair sebesar Rp6 juta per hektar. Ini kan sangat membantu petani," ujar Sarwo Edhy, Kamis (26/9/2019).

Terkait musim kemarau, selain program AUTP, Kementan melalui Ditjen PSP telah melakukan berbagai usaha dalam mengatasi kekeringan. Upaya penanggulangan gagal panen akibat bencana kekeringan ini sebenarnya sudah dilakukan. Seperti menginformasikan kepada para petani terkait iklim berdasar pantauan BMKG.

"Diharapkan petani mengikuti pola tanam yang telah ditetapkan. Termasuk meminta petani untuk menggunakan pupuk organik. Sebab akan meningkatkan daya ikat air dalam tanah," pungkas Sarwo Edhy.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Demak Bisa Manfaatkan...
Petani Demak Bisa Manfaatkan Asuransi untuk Hindari Kerugian
Jasindo: Asuransi Usaha...
Jasindo: Asuransi Usaha Tani Padi Solusi di Tengah Cuaca Tak Menentu
30 Ribu Hektare Lahan...
30 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Lampung Sudah Diasuransikan
Petani Bali Didorong...
Petani Bali Didorong Ikut Asuransi Pertanian, Ini Alasannya
Antisipasi Cuaca Buruk,...
Antisipasi Cuaca Buruk, Petani Lampung Diajak Gunakan Asuransi
Asuransi Cover Lahan...
Asuransi Cover Lahan Pertanian di Salatiga
Berita Terkini
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
13 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
29 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
36 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
40 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved