Dukung Nawacita, Korindo Gencarkan Pembangunan di Boven Digoel

Jum'at, 27 September 2019 - 22:19 WIB
Dukung Nawacita, Korindo...
Dukung Nawacita, Korindo Gencarkan Pembangunan di Boven Digoel
A A A
JAKARTA - Korindo Group, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, berkomitmen mendukung pengimplementasian visi Nawa Cita atau membangun Indonesia dari pinggiran dengan menggencarkan pembangunan infrastruktur yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan konsesi kelapa sawitnya.

Salah satunya adalah di Kabupaten Boven Digoel, Papua, yang merupakan salah satu daerah paling timur dan berbatasan langsung dengan negara tetangga yakni Papua Nugini.

Lewat salah satu anak usahanya yang bergerak di industri kelapa sawit, PT Tunas Sawa Erma (TSE), Korindo telah memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur dan kapasitas masyarakat di kabupaten berpopulasi sekitar 73 ribu jiwa ini.

Deputy General Manager TSE Daniel Sim Ayomi mengatakan, dalam memberikan kontribusinya kepada masyarakat pihaknya berpedoman pada lima pilar program utama, yaitu pendidikan/sosial budaya, kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan infrastruktur.

"Pada semua wilayah operasi kami, hal pertama yang kami prioritaskan adalah, kami harus mampu give back kepada masyarakat dan lingkungan 5 pilar tersebut menjadi pedoman, baik di dalam kami melakukan kegiatan kontribusi sosial perusahaan, maupun pada seluruh siklus kerja kami," ujarnya dalam keterangan yang diterima SINDOnews, Jumat (27/9/2019).

Dari sisi infrastruktur, Korindo telah membangun sejumlah sarana sosial diantaranya seperti tempat ibadah, sekolah, klinik, dan jembatan. Bahkan, Klinik Asiki, klinik yang Korindo bangun di Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua, berhasil dinobatkan sebagai Klinik Pratama Terbaik tingkat Nasional pada Agustus 2019 lalu. Ini melengkapi predikat Best Performance Klinik Pratama se-Papua dan Papua Barat yang dianugerahkan oleh BPJS Kesehatan pada 2017 lalu.

Klinik ini berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekitar. Pasalnya, sebelum Klinik Asiki hadir, masyarakat mesti menempuh perjalanan hingga 12 jam untuk mengakses fasilitas kesehatan terdekat, yang berada di Merauke.

Korindo pun berupaya menggerakkan roda perekonomian bagi masyarakat dengan menyediakan pengembangan keterampilan dan kemampuan, mulai dari bercocok tanam, beternak, hingga mencetak batu bata. Hal ini, lanjut Ayomi, merupakan upaya Korindo agar masyarakat bisa membuka usaha secara mandiri, dan pada akhirnya membuka kesempatan kerja bagi anggota marga, dan juga untuk meningkatkan ekonomi keluarga masyarakat setempat.

"Jadi tidak hanya sekedar bantuan-bantuan yang habis dalam sekali-dua kali pakai. Kami pun ingin warga mandiri secara ekonomi," tambahnya.

Tak hanya sampai disitu, Korindo juga berupaya memajukan kualitas sumber daya manusia, terutama generasi penerus bangsa Indonesia dengan mendukung program-program pemerintah di bidang pendidikan. Dukungan itu tercermin dari program praktik kerja industri (PKL) oleh perusahaan bagi siswa siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di area operasional perusahaan.

Nantinya, para siswa akan ditempatkan di beberapa pos Korindo sesuai dengan latar belakang pendidikannya, seperti Jurusan Administrasi Perkantoran,Agribisnis dan lainnya.

Dalam upayanya untuk memajukan pendidikan di daerah pedalaman, Korindo juga memberikan beasiswa kepada para siswa.. Beasiswa diberikan kepada para siswa untuk meneruskan studinya di berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, SMA, sampai Perguruan Tinggi. Di sisi lain, Korindo pun memberikan bantuan alat tulis serta mainan anak, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sekolah dan menambah sarana bermain untuk anak-anak di tingkat PAUD.

Justinus Gambenop, salah satu pemilik hak ulayat di Distrik Subur yang merupakan kawasan konsesi Korindo Group, menyatakan kehadiran Korindo di wilayahnya diibaratkan bagai ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’. Pasalnya, sebelum Korindo beroperasi di wilayah yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini ini, wilayah Boven Digoel sangat tertinggal dalam hal pembangunan infrastruktur fisik dan ekonomi.

”Yang paling terasa adalah dibukanya begitu banyak lapangan kerja dan pembangunan begitu banyak sarana umum seperti klinik, sekolah, tempat ibadah, dan sebagainya,” ujar Justinus.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perkebunan Sawit Berkelanjutan...
Perkebunan Sawit Berkelanjutan Tumbuhkan Ekonomi Desa Terpencil
Menyambangi Perkebunan...
Menyambangi Perkebunan Musim Mas di Riau, Melihat Pabrik Kelapa Sawit Tanpa Limbah
BPDPKS Gaet AII Lakukan...
BPDPKS Gaet AII Lakukan Valuasi dan Komersialisasi Teknologi Hasil Riset Kelapa Sawit
Tingkatkan Produktivitas,...
Tingkatkan Produktivitas, 2,8 Juta Hektar Kebun Sawit Rakyat Perlu Diremajakan
Perusahaan Pengendali...
Perusahaan Pengendali Hama Tanaman Sawit Unjuk Gigi di Ajang IPOC 2023
SPKS Dukung Pembentukan...
SPKS Dukung Pembentukan Satgas Peningkatan Tata Kelola Industri Kelapa Sawit
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
1 jam yang lalu
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
1 jam yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
2 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
4 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved