Wall Street Jatuh di Tengah Rencana Delisting Perusahaan China

Sabtu, 28 September 2019 - 10:36 WIB
Wall Street Jatuh di...
Wall Street Jatuh di Tengah Rencana Delisting Perusahaan China
A A A
JAKARTA - Wall Street jatuh pada perdagangan, Jumat kemarin waktu setempat setelah Gedung Putih berencana penghapusan perusahaan-perusahaan China dari bursa saham Amerika Serikat (AS) alias delisting. Wacana tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang eskalasi lebih lanjut dalam perang Dagang AS-China.

Langkah ini diyakini akan menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk membatasi investasi AS di perusahaan China, seperti disampaikan sumber kepada Reuters. Sementara pembicaraan perdagangan tingkat tinggi antara Washington dan Beijing dijadwalkan bakal digelar pada 10-11 Oktober, mendatang sebelum dimulainya musim pendapatan kuartal ketiga di Amerika Serikat.

"Jika kebijakan kami memicu Sell-off di Shanghai dimana menciptakan masalah bagi China, yang dapat berdampak negatif terhadap negosiasi perdagangan, yang seharusnya dimulai pada 10 Oktober. Di sinilah ketakutan akan muncul dari AS, "kata Michael O'Rourke, kepala strategi pasar di JonesTrading di Greenwich, Connecticut.

Indeks semikonduktor Philadelphia yang sensitif dengan tarif, SOX memperpanjang penurunan setelah laporan dan berakhir 2,4%. Indeks ini sudah di bawah tekanan saat micron Technology Inc (MU.O) jatuh setelah laba kuartal pertama diproyeksi tertekan.

Selanjutnya indeks teknologi S&P turun 1,3%. Sedangkan saham Alibaba Group Holding Ltd (BABA. N), Baidu Inc (BIDU. O) dan JD.com Inc (JD. O) semuanya tergelincir. Dengan menambah momentum negatif dalam perdagangan siang hari, indeks 500 S&P secara singkat jatuh di bawah rata-rata pergerakan 50 hari.

Dow Jones Industrial Average terpantau turun 70,87 poin atau 0,26% menjadi 26.820,25 untuk mengiringi indeks S&P 500 yang kehilangan 15,83 poin, setara dengan 0,53% untuk posisi 2.961,79. Sedangkan komposit NASDAQ jatuh 91,03 poin atau 1,13% menjadi 7.939,63.

Seacara keseluruhan tiga indeks berakhir lebih rendah minggu ini, dengan indeks S&P 500 dan NASDAQ masih mencetak persentase mingguan terbesar sejak Agustus. Indeks volatilitas berakhir pada ketinggian tiga minggu. Saham Wells Fargo & Co (WFC.N) naik 3,8% dan saham tersebut meraih Top tertinggi di indeks S&P 500 setelah kreditur bernama Charles Scharf veteran sebagai Chief Executive Officer.

Data di awal sesi menunjukkan pengeluaran konsumen AS nyaris naik pada bulan Agustus, menunjukkan bahwa mesin pertumbuhan utama ekonomi melambat setelah dipercepat tajam di kuartal kedua. Volume pada perdagangan bursa saham AS yakni mencapai 6.68 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 7.20 miliar selama sesi penuh dalam 20 hari perdagangan terakhir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
10 menit yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
37 menit yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
1 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
3 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
13 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved