Dampak Ganda Perlambatan Global Terjang Indonesia

Minggu, 29 September 2019 - 00:17 WIB
Dampak Ganda Perlambatan...
Dampak Ganda Perlambatan Global Terjang Indonesia
A A A
KUTA - Tren perlambatan global menurut ekonom telah berdampak terhadap beberapa sektor industri di Tanah Air, menyusul permintaan dunia yang tertekan. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengatakan, ekonomi global yang cenderung turun telah menghambat pertumbuhan perdagangan dunia.

Menurutnya kondisi perlambatan global memiliki dampak sangat besar bagi Indonesia. Sebab, Indonesia masih mengandalkan produk komoditi yang sangat sensitif pada pertumbuhan ekonomi dunia. "Jadi, kita terkena dampak ganda. Selain kuantitasnya mengalami penurunan, juga terjadi penurunan harga komoditas," ujar Onny.

Dikatakannya, penurunan volume dagang tersebut direspon bank sentral berbagai negara lewat kebijakan penurunan suku bunga acuannya. Hanya suku bunga Malaysia dan Tiongkok yang tidak berubah.

Meskipun demikian, terang Onny bahwa pertumbuhan dan volume perdagangan dunia dapat menyebabkan likuiditas meningkat. Hal ini menyebabkan aliran modal ke negara berkembang masuk. "Meskipun ini sifatnya folitile tergantung yield masing-masing negara," imbuhnya.

Melihat prospek perkembangan saat ini, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi 2019 tidak lebih dari 5,2% sedangkan kredit perbankan tumbuh 10-12%. Menurut Onny, tantangan ekonomi domestik juga ada pada defisit transaksi berjalan yang saat ini sudah hampir mencapai 3%. "Kita lakukan upaya bersama agar target defisit perdagangan di bawah tiga persen bisa terjaga," tandasnya.

Namun Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro mengutarakan, beberapa sektor masih memiliki pertumbuhan yang tinggi. Misalnya, sektor properti rumah yang tumbuh 20%, namun untuk rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
21 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved