Sri Mulyani: Laporan Moody's Jadi Peringatan Bagi Perusahaan Indonesia

Selasa, 01 Oktober 2019 - 14:29 WIB
Sri Mulyani: Laporan...
Sri Mulyani: Laporan Moody's Jadi Peringatan Bagi Perusahaan Indonesia
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memberi tanggapan atas laporan lembaga pemeringkat utang Moody's. Sri Mulyani mengatakan laporan Moody's menjadi peringatan bagi pelaku usaha untuk mengambil keputusan tepat saat ketidakpastian global melanda.

Dalam laporannya, Moody's menyatakan ada risiko gagal bayar dari perusahaan-perusahaan di Indonesia, yang berutang di perbankan. Risiko tersebut dipengaruhi menurunnya kinerja perusahaan dalam mendulang pendapatan di tengah ketidakpastian global.

"Saya rasa apapun yang disampaikan lembaga-lembaga pemeringkat adalah peringatan yang baik untuk menjadi bahan pertimbangan bagi para pengambil keputusan di tingkat korporasi. Agar lebih waspada terhadap lingkungan global sekarang ini yang berubah-ubah," terang Sri Mulyani di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Menurut dia, tidak sedikit, pelaku usaha dalam melakukan kegiatan bisnis dan usaha hanya dengan asumsi ekonomi tertentu. Sehingga begitu kondisi ekonomi berubah maka harus segera mengubah strategi usahanya.

"Jadi laporan seperti itu (Moody's), perusahaan harus betul-betul melihat dinamika lingkungan dimana mereka beroperasi," sambung dia.

Dia menambahkan, pelaku usaha harus meningkatkan kehati-hatian, baik di tingkat global maupun regional agar tidak salah mengambil langkah bisnis. Misalnya, bagaimana cara strategi bisnis dapat menghasilkan pendapatan seperti yang diharapkan meskipun di tengah ketidakpastian ekonomi ini.

"Karena exposure mereka terhadap pembiayaan sebelumnya seperti utang tentu juga akan memberikan konsekuensi terhadap biaya yang harus dia keluarkan untuk bisa membayar kewajiban yang telah dia pinjam," ucapnya.

Selain memikirkan bagaimana menghasilkan pendapatan, pelaku usaha juga harus meningkatkan efisiensi bisnis. Sehingga meski tetap bisa menghasilkan pendapatan, pelaku usaha juga bisa mengantisipasi jika terjadi kondisi yang tidak diinginkan.

"Dalam lingkungan ekonomi yang diperkirakan melemah, mereka harus mulai melihat dari sisi efisiensi di dalam. Sehingga kemampun mereka untuk tetap bisa mengenerate revenue dan biaya makin efisien. Sehingga mereka bisa menghadapi kemungkinan pelemahan tersebut," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Akui 2022 Sangat Brutal,...
Akui 2022 Sangat Brutal, Sri Mulyani Ramal Pelemahan Akan Dirasakan Tahun Ini
Menyoroti Gejolak Global,...
Menyoroti Gejolak Global, Sri Mulyani: Harga Komoditas Masih Tidak Pasti
Sri Mulyani Waspadai...
Sri Mulyani Waspadai Ancaman Nyata Resesi Akibat Tekanan Global
Ekonomi Dunia Minus...
Ekonomi Dunia Minus Tahun Ini, Sri Mulyani: Ini Resesi Paling Dalam
Hadapi Gejolak Global,...
Hadapi Gejolak Global, Sri Mulyani Ajak Semua Pihak Tak Gentar
Di Amerika, Sri Mulyani...
Di Amerika, Sri Mulyani Dapat Bisikan Soal Gejolak Keuangan Global
Berita Terkini
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
5 menit yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
36 menit yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
42 menit yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
55 menit yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Infografis
Timur Kapadze Jadi Kandidat...
Timur Kapadze Jadi Kandidat Pelatih Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved