Sri Mulyani Ingin Pejabat Kemenkeu Bisa Tarik Investasi Asing
Kamis, 03 Oktober 2019 - 19:43 WIB
Sri Mulyani Ingin Pejabat Kemenkeu Bisa Tarik Investasi Asing
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menginginkan, para pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bisa ikut berperan untuk menarik investasi asing. Harapan ini disampaikan saat melantik Suminto sebagai Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional untuk menggantikan Andin Hadiyanto, yang kini menjabat Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu.
"Berharap bisa memacu ekspor dan investasi di Indonesia. Membawa kesempatan bagi Indonesia untuk mendapatkan dana investasi dari dunia internasional dan melihat peluang pasar ke berbagai negara," ujar Menkeu Sri Mulyani di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (3/10/2019).
Untuk mencapai hal tersebut, Sri Mulyani pun meminta pejabat Kemenkeu bisa saling berkoordinasi antar unit Eselon I, juga dengan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu serta Kementerian atau Lembaga (K/L) terkait. Sehingga isu yang dibawa Indonesia dalam forum internasional memang mewakili kepentingan negara, bukan pendapat pribadi.
"Pandangan yang berasal dari Republik Indonesia sebagai suatu kesatuan dan kepentingan yang harus disuarakan," ujarnya.
Sri Mulyani menjelaskan, di tengah kondisi global yang mengalami tekanan, banyak negara yang berpotensi mengalami pelemahan ekonomi. Oleh sebab itu, Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi gejolak ekonomi global.
"Maka pejabat Kemenkeu harus mampu meningkatkan perannya di level internasional. Sehingga tidak hanya sekedar mengikuti pertemuan, namun berkontribusi untuk membentuk kebijakan yang tepat di dalam negeri, bahkan bisa menggaet investasi," tandasnya.
"Berharap bisa memacu ekspor dan investasi di Indonesia. Membawa kesempatan bagi Indonesia untuk mendapatkan dana investasi dari dunia internasional dan melihat peluang pasar ke berbagai negara," ujar Menkeu Sri Mulyani di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (3/10/2019).
Untuk mencapai hal tersebut, Sri Mulyani pun meminta pejabat Kemenkeu bisa saling berkoordinasi antar unit Eselon I, juga dengan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu serta Kementerian atau Lembaga (K/L) terkait. Sehingga isu yang dibawa Indonesia dalam forum internasional memang mewakili kepentingan negara, bukan pendapat pribadi.
"Pandangan yang berasal dari Republik Indonesia sebagai suatu kesatuan dan kepentingan yang harus disuarakan," ujarnya.
Sri Mulyani menjelaskan, di tengah kondisi global yang mengalami tekanan, banyak negara yang berpotensi mengalami pelemahan ekonomi. Oleh sebab itu, Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi gejolak ekonomi global.
"Maka pejabat Kemenkeu harus mampu meningkatkan perannya di level internasional. Sehingga tidak hanya sekedar mengikuti pertemuan, namun berkontribusi untuk membentuk kebijakan yang tepat di dalam negeri, bahkan bisa menggaet investasi," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :