Rupiah Melemah, Sri Mulyani Bantu BI Jaga Stabilitas Pasar Mata Uang

Rabu, 06 Mei 2020 - 15:42 WIB
loading...
Rupiah Melemah, Sri...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan fluktuasi nilai tukar rupiah saat ini tidak hanya dilihat dari sisi fiskal dan moneter, tetapi juga banyak faktor lainnya akibat Covid-19. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan sejumlah strategi untuk ikut berperan menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di tengah besarnya arus keluar modal asing (capital outflow). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan fluktuasi nilai tukar rupiah saat ini tidak hanya dilihat dari sisi fiskal dan moneter, tetapi juga banyak faktor lainnya akibat Covid-19.

Salah satunya ialah mendadaknya capital outflow dalam jumlah besar. “Secara fundamental bisa dilihat di BOP dan disituasi Covid-19 ini bisa terjadioutflow mendadak. Tingkat kepanikan Covid ini lebih tinggi dari taper tantrum dan krisis 2008,” kata Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Lebih lanjut Ia menerangkan, bakal bekerja sama dengan BI untuk menjaga stabilisasi pasar mata uang. “Dari sisi Kemenkeu, kami menjaga defisit untuk bisa dibiayai tanpa terlalu bergantung terhadap SBN. Pendanaan SBN menggunakan SAL (Saldo Anggaran Lebih), dana abadi, BLU (Bantuan Layanan Umum), kita lakukan dan kami maksimalkan, kita terus koordinasikan dengan OJK dan Bank Indonesia," jelasnya.

Sebagai informasi, rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange memperlihatkan tren negatif, usai menyusut menjadi Rp15.112/USD dibandingkan kemarin Rp15.080/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp15.060-Rp15.124/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan siang terpuruk untuk belum memberikan perlawanan. Dimana terlihat kurs rupiah bertengger di Rp15.128/USD atau tidak lebih baik dari sesi pagi tadi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
3 Fakta Kepulauan Chagos...
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika-Inggris
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Berita Terkini
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Infografis
Tegas, Sri Mulyani Minta...
Tegas, Sri Mulyani Minta Anak Buahnya Netral di Pemilu 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved