Selamat Akhir Pekan, Rupiah Lanjutkan Keuntungan di Rp14.137
Jum'at, 04 Oktober 2019 - 17:35 WIB
Selamat Akhir Pekan, Rupiah Lanjutkan Keuntungan di Rp14.137
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah memperpanjang keuntungan melawan dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan dagang Jumat (4/10/2019). Pasar spot Bloomberg mencatat mata uang kebanggaan kita bertambah 35 poin atau 0,24% ke posisi Rp14.137 per USD.
Sesi pembukaan, rupiah langsung tancap gas 22 poin atau 0,16% ke posisi Rp14.150 per USD, setelah Kamis kemarin ditutup menguat di Rp14.172 per USD. Jumat ini, rupiah diperdagangkan di level Rp14.124-Rp14.150 per USD.
Senada, data Yahoo Finance mencatat rupiah di akhir pekan ini perkasa 35 poin atau 0,24% menjadi Rp14.135 per USD, berbanding Kamis lalu di Rp14.170 per USD. Hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.110-Rp14.190 per USD.
Rupiah kembali mengambil untung setelah dolar AS tertekan data ekonomi yang buruk. Hasil aktivitas non manufaktur AS bulan September turun menjadi 52,6, lebih rendah dibandingkan Agustus lalu di angka 56,4. Hasil tersebut merupakan yang terendah sejak Agustus 2016.
Melansir dari Reuters, hasil data non manufaktur yang buruk membuat indeks USD jatuh 0,9% ke level 98,816, setelah sebelumnya sempat mencatat rekor tertinggi dua tahun di awal pekan. Selama pekan ini, indeks USD sudah melemah 0,3%.
Dolar AS berharap pada data pekerjaan yang akan dirilis akhir pekan. Perkiraan ekonom yang disurvei Reuters, data pekerjaan AS bulan September hanya tumbuh 145.000 orang, dibawah rata-rata angka 12 bulan terakhir sebanyak 173.000 orang.
Sesi pembukaan, rupiah langsung tancap gas 22 poin atau 0,16% ke posisi Rp14.150 per USD, setelah Kamis kemarin ditutup menguat di Rp14.172 per USD. Jumat ini, rupiah diperdagangkan di level Rp14.124-Rp14.150 per USD.
Senada, data Yahoo Finance mencatat rupiah di akhir pekan ini perkasa 35 poin atau 0,24% menjadi Rp14.135 per USD, berbanding Kamis lalu di Rp14.170 per USD. Hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.110-Rp14.190 per USD.
Rupiah kembali mengambil untung setelah dolar AS tertekan data ekonomi yang buruk. Hasil aktivitas non manufaktur AS bulan September turun menjadi 52,6, lebih rendah dibandingkan Agustus lalu di angka 56,4. Hasil tersebut merupakan yang terendah sejak Agustus 2016.
Melansir dari Reuters, hasil data non manufaktur yang buruk membuat indeks USD jatuh 0,9% ke level 98,816, setelah sebelumnya sempat mencatat rekor tertinggi dua tahun di awal pekan. Selama pekan ini, indeks USD sudah melemah 0,3%.
Dolar AS berharap pada data pekerjaan yang akan dirilis akhir pekan. Perkiraan ekonom yang disurvei Reuters, data pekerjaan AS bulan September hanya tumbuh 145.000 orang, dibawah rata-rata angka 12 bulan terakhir sebanyak 173.000 orang.
(ven)