Bandara Labuan Bajo Dikelola Asing, Begini Untung-Ruginya

loading...
Bandara Labuan Bajo Dikelola Asing, Begini Untung-Ruginya
Bandara Labuan Bajo Dikelola Asing, Begini Untung-Ruginya
JAKARTA - Wakil Ketua Asosiasi Tour and Travel Indonesia (ASITA) Rudiana mengatakan rencana pengelolaan Bandara Komodo Labuan Bajo oleh asing memiliki dampak positif maupun negatif. Seperti diketahui, ada kemungkinan Bandara Labuan Bajo dikelola asing melalui konsorsium Changi-Cardig Air Service (CAS).

Rudiana mengatakan, efek positif melalui keikutsertaan asing pada bandara tersebut antara lain pengelolaan bisa lebih profesional dan mengundang jaringan asing lebih banyak datang ke Labuan Bajo.

"Saya pikir ada dua hal kalau bandara Komodo Labuan Bajo dikelola asing. Pertama bisa lebih berkembang sebab asing biasanya lebih profesional dengan jaringannya yang luas," ujarnya kepada SINDO MEDIA di Jakarta, Jumat (4/9/2019).

Sedangkan dampak negatifnya, sambung dia, adalah penguasaan asing atas objek vital yang berkaitan dengan kedaulatan. Karena itu, kata Rudiana, yang paling penting adalah bagaimana pengelolaan bandara oleh asing bisa memberikan dampak yang besar terhadap Indonesia, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga transfer pengetahuan.



Dia menambahkan, jika pengelolaan bandara tersebut oleh asing memberikan dampak yang besar terhadap pengelolaan pariwisata Labuan Bajo maka hal itu akan disambut positif oleh kalangan pelaku pariwisata.

Sebagai informasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan konsorsium PT Cardig Aero Services Tbk, Changi Airport International PTE LTD, dan Changi Airports Mena PTE LTD terpilih sebagai satu-satunya entitas yang memasuki tahap kedua lelang kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) untuk proyek pengembangan dan pengoperasian Bandara Komodo, Labuan Bajo.

Adapun dalam lelang tahap dua ini, Kemenhub dan konsorsium tersebut melaksanakan dialog optimalisasi agar nantinya kerja sama untuk pengembangan dan pengoperasian Bandara Komodo dapat benar-benar terjalin dengan saling menguntungkan.



Kepala Seksi Kerja Sama dan Pengembangan Pengusahaan Bandar Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Arief Mustofa menjelaskan, Kemenhub sudah membuka lelang KPBU pengembangan dan pengoperasian Bandara Komodo. Lelang tersebut dibagi dalam dua tahap. Untuk tahap 1, terdapat 5 konsorsium yang bersaing, termasuk konsorsium Cardig dan Changi.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top