Smelter Freeport Capai 3,2% di Gresik, Pemerintah Terus Pantau

Senin, 07 Oktober 2019 - 14:54 WIB
Smelter Freeport Capai...
Smelter Freeport Capai 3,2% di Gresik, Pemerintah Terus Pantau
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus memantau pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan (smelter) PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur. Terhitung sampai akhir Juli 2019 progres pembangunan smelter Freeport telah mencapai 3,2% dengan investasi yang telah dikelurkan mencapai USD151,7 juta.

“Tahapnya sudah sampai pematangan lahan. Biaya yang telah dikeluarkan mencapai USD151,7 juta,” ujar Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Yunus Saefulhak, di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Menurut dia, evalusi terkait progres pembangunan smelter dilakukan setiap enam bulan‎. Apabila memenuhi target maka Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan surat persetujuan ekspor (SPE). Sementara berdasarkan evaluasi pembangunan smelter Freeport telah melebihi target yang ditetapkan.

Adapun targetnya sampai Juli 2019 progresnya mencapai 2,76% tapi Freeport berhasil melebihi target yang ditetapkan yakni 3,2%. “Dengan begitu ekspor konsentrat diperpanjang selama satu tahun karena kemajuan fisik yg dicapai ini lebih tinggi,” kata dia.

Sebagai informasi, smelter Freeport dibangun di atas lahan seluas 100 hektar (ha) dengan biaya USD3 miliar. Berdasarkan perencanaan smelter Freeport di Gresik, Jatim dijadwalkan rampung pada 2023 dengan kapasitas konsentrat mencapai 2 juta ton.

Di sisi lain, smelter yang dibangun PT Amman Mineral Nusa Tenggara di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat mencapai 18,65%. Evaluasi pembangunan smelter merujuk pada rencana kerja per enam bulan yang diajukan perusahaan melebihi target sebesar 17,34%.

Sambung dia menjelaskan, bahwa tahapan pembangunan yang sudah dilakukan antara lain studi kelayakan, analisis dampak lingkungan (amdal), akuisisi lahan, serta tahapan desain rinci (Front End Engineering Design/FEED). Adapaun biaya investasi sampai Juli 2019 mencapai kurang lebih USD243 juta. “Ini progres sampai dengan Juli kemarin," ujarnya.

Berdasarkan progres tersebut maka Kementerian ESDM telah memberikan rekomendasi izin ekspor konsentrat. Untuk diketahui, smelter Amman memiliki kapasitas 1,3 juta ton. Pembangunan smelter itu dimulai sejak April 2017 lalu dan ditargetkan rampung pada 2022.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Telan Dana USD1,5 Miliar,...
Telan Dana USD1,5 Miliar, Progres Smelter Freeport Capai 34,9%
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Freeport Baru 6%, DPR: Akal-akalan Saja!
Freeport Terancam Tak...
Freeport Terancam Tak Bisa Ekspor Usai Juni 2023, Begini Perkaranya
Menteri ESDM Kirim Tim...
Menteri ESDM Kirim Tim Investigasi Terkait Kebakaran Smelter Freeport
Ingkar Janji Bangun...
Ingkar Janji Bangun Smelter, Menteri ESDM Tegur Freeport
Freeport dan Pertamina...
Freeport dan Pertamina Disentil Menteri ESDM Arifin Tasrif
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
10 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved