Badan Usaha Diminta Bangun Jargas Rumah Tangga

Rabu, 09 Oktober 2019 - 12:30 WIB
Badan Usaha Diminta...
Badan Usaha Diminta Bangun Jargas Rumah Tangga
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan meminta badan usaha turut serta mendanai program pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga. Pasalnya hingga saat ini pembangunan jargas rumah tangga masih menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Untuk kemitraan pemerintah dengan badan usaha ini akan dimulai pada 2022 mendatang,” kata Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Alimuddin Baso, di Jakarta, kemarin.

Menurut dia keterlibatan badan usaha rencananya baru akan dilaksanakan pada 2022 mendatang. Program kemitraan badan usaha tersebut diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) No 6 Tahun 2019 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas bumi melalui Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil. Perpres tersebut memuat tentang pemanfaatan fasilitas jargas bersama.

Apabila mengacu pada Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), pembangunan jargas rumah tangga ditargetkan mencapai 4,7 juta pada 2025. Namun kemampuan APBN untuk mendanai pembangunan jargas terbatas, yakni hanya mampu membangun sekitar 20-30% dari total target tersebut. Sebab itu, pemerintah membuka peluang badan usaha ikut membangun dan mendanai proyek jargas. “Terkait kesiapan kelembagaan ini kami perhitungkan juga pasokan gas-nya,” kata dia.

Berdasarkan laporan Kementerian ESDM pada 2020 akan membangun jargas sebanyak 293.533 sambungan rumah tangga (SR) di 53 kabupaten/kota. Anggaran tersebut menggunakan APBN sebesar Rp3,52 triliun. Pembangunan jargas ini ditugaskan kepada PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk salah satunya meliputi wilayah Sumatera.

Sejumlah wilayah tersebut mencakup Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Deli serdang, Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kota Batam, Kota Sarolangun, Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Musi Banyuasin, Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Muara Enim, Kota Prabumulih, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, serta Kota Bandar Lampung.

Sementara itu, Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan, selain tugas dari pemerintah perusahaan juga akan menambah 500.000 sambungan jaringan gas rumah tangga dengan mengandalkan dana internal hingga 2021. Untuk pembangunan jargas dengan menggunakan dana internal tersebut tetap menyesuaikan lokasi yang sudah ditetapkan pemerintah.

Dengan tambahan tersebut, total jargas yang akan dibangun PGN sekitar 793.000 sambungan rumah tangga mulai 2020. “Nambahin pemerintah. Kami mulai sekitar 500.000 SR, baru selesai mungkin 2021,” kata dia. (Nanang Wijayanto)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PGN Salurkan Gas Bumi...
PGN Salurkan Gas Bumi Perdana Lewat Gaslink CNG di Batam
Dukung Mudik, Subholding...
Dukung Mudik, Subholding Gas Pertamina Salurkan Gaslink di Rest Area Km 72A
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pejabat Badan Gizi...
10 Pejabat Badan Gizi Nasional dan Latar Belakangnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved