Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5%

Kamis, 10 Oktober 2019 - 20:53 WIB
Bank Dunia Pangkas Proyeksi...
Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5%
A A A
JAKARTA - Bank Dunia kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 menjadi 5%. Angka ini lebih rendah dari laporan kuartalan Bank Dunia bulan Juni lalu, dimana lembaga internasional tersebut meramal ekonomi Indonesia tumbuh 5,1% tahun ini dan kemudian akan naik menjadi 5,2% pada tahun 2020.

"Mengingat kondisi eksternal yang tidak menguntungkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan turun menjadi 5% pada 2019, dan kemudian akan pulih secara bertahap ke 5,2% pada 2021," kata Kepala Ekonom Bank Dunia di Indonesia Frederico Gil Sander di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Dalam laporan berjudul Weathering Growing Risk, laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2019, yang dirilis Bank Dunia hari ini, Bank Dunia membeberkan bahwa risiko penurunan prospek pertumbuhan telah meningkat di tengah ketidakpastian global yang masih terus berlanjut.

Perang dagang dan ketidakpastian kebijakan perdagangan global menimbulkan risiko bagi perdagangan dunia dan prospek pertumbuhan ekonomi China. Perselisihan dagang yang terus berlanjut ini, kata Bank Dunia, dapat membebani pertumbuhan regional dan harga komoditas.

Hal tersebut juga berimbas pada penerimaan ekspor Indonesia yang lebih rendah sehingga pada akhirnya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan saldo transaksi berjalan.

Di sisi lain, Bank Dunia memandang konsumsi swasta di Indonesia diperkirakan akan tetap kuat karena inflasi masih rendah dan pasar tenaga kerja kuat. "Posisi fiskal sendiri diperkirakan akan membaik, memungkinkan investasi pemerintah untuk menguat ketika proyek infrastruktur kembali berjalan," sebut Frederico.

Meskipun lebih lambat, lanjut dia, pertumbuhan investasi di Indonesia diperkirakan akan tetap kuat, terutama setelah pemilihan umum, dengan berkurangnya ketidakpastian politik dan membaiknya sentimen bisnis karena usulan kebijakan untuk meningkatkan investasi asing langsung (FDI).

"Di tengah tantangan eksternal, diperkirakan pertumbuhan ekspor Indonesia akan lemah. Pertumbuhan impor juga diperkirakan melemah seiring dengan pertumbuhan investasi yang lebih lambat," tambahnya. Defisit transaksi berjalan diperkirakan akan secara bertahap berkurang dalam waktu dekat dari 2,8% dari PDB pada tahun 2019.

Sementara itu, berdasarkan garis kemiskinan internasional, tingkat kemiskinan ekstrem (populasi yang hidup dibawah USD1,9 per hari) turun 0,8 poin persentase pada tahun 2017 menjadi 4,9% pada tahun 2018, mengangkat hampir 2 juta orang keluar dari kemiskinan ekstrem.

"Kemiskinan ekstrem diperkirakan akan terus menurun dalam jangka menengah, tetapi dengan tingkat penurunan yang lebih lambat. Tingkat kemiskinan ekstrem diproyeksikan turun menjadi 4,3% pada 2019, 3,7% pada 2020, dan 3,2% pada 2021," tutur Frederico.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Surplus Neraca Dagang...
Surplus Neraca Dagang Belum Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Negara-negara Ini Paling...
Negara-negara Ini Paling Tahan Terhadap Perang Dagang, RI Termasuk!
Bank Dunia Prediksi...
Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5% di 2022
ADB Revisi Pertumbuhan...
ADB Revisi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik Jadi 5,2% Tahun Ini
Bank Dunia Pangkas Proyeksi...
Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2022
Berita Terkini
Dulu Diperebutkan hingga...
Dulu Diperebutkan hingga Rp1,6 Juta per Barel, Kini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli
41 menit yang lalu
Menutup Kesenjangan...
Menutup Kesenjangan Komunikasi Talenta Indonesia untuk Genjot Kinerja Bisnis di Era AI
54 menit yang lalu
Nasib 2.374 Pekerja...
Nasib 2.374 Pekerja Freeport Menggantung Sembilan Tahun, Said Iqbal Lapor Menaker
1 jam yang lalu
Hadirkan Tokenized Stocks,...
Hadirkan Tokenized Stocks, Tokocrypto Perluas Akses ke Pasar Saham Global
2 jam yang lalu
Rachmat Gobel Meninggal...
Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Menaker: Figur Teladan dalam Mengelola Perusahaan
2 jam yang lalu
Jasa Marga Dukung Implementasi...
Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A
2 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved