Hadapi Peluang 2020, SiCepat Ekspres Perkuat Infrastruktur

Jum'at, 11 Oktober 2019 - 07:23 WIB
Hadapi Peluang 2020,...
Hadapi Peluang 2020, SiCepat Ekspres Perkuat Infrastruktur
A A A
JAKARTA - SiCepat Ekspres menjadi pilihan partner ekspedisi bagi para pengusaha online yang kini makin berkembang dan menjadi fenomena belanja online di Tanah Air. Hal ini terbukti dengan semakin meningkatnya penggunaan jasa pengiriman melalui SiCepat.

Target pengiriman sebesar 300,000 paket/hari tahun ini kini sudah tercapai pada bulan September. Sehingga angka target tersebut meningkat menjadi 400,000 paket/hari sampai akhir tahun ini. Chief Executive Officer SiCepat Ekspres, The Kim Hai, menjelaskan, pertumbuhan di semester pertama mencapai sebesar 138%.

Pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari kerja keras team SiCepat. "Selain itu, pertumbuhan juga tak lepas dari kepercayaan partner dan masyarakat yang telah memilih SiCepat sebagai ekspedisi terpercaya karena kualitas pengiriman barang yang cepat dan aman," kata The Kim Hai di Jakarta, kemarin.

The Kim Hai menambahkan, SiCepat bahkan memproses paket yang telah sampai di gerai untuk difoto dan ditimbang dengan timbangan digital, sebelum resi keluar dari mesin. "Hal ini untuk memudahkan bagi kami jika ada complain mengenai berat yang tidak sesuai dengan fisik/packaging barang yang diterima, akan dicocokan dengan foto tersebut," katanya.

Chif Marketing SiCepat Wiwin Dewi Herawati menjelaskan, dengan adanya teknologi timbang digital, maka SiCepat mampu mengefisiensikan proses penerimaan barang. Wiwin menjelaskan, keunggulan SiCepat tidak terletak pada harga murah, tapi pada kecepatan dan keamanan barang yang dikirim.

"Kalau tidak sesuai dengan service level agreement akan bebas ongkir (ongkos kirim). Yang bayar adalah SiCepat. Jika kelalaian itu dilakukan kurir, misalnya dia malas sehingga barang tidak sampai tujuan sesuai service level agreement, yang bayar ongkir adalah kurir," papar Wiwin.

Wiwin mengakui, selama ini keluhan yang menyangkut keterlambatan pengiriman barang masih sangat kecil prosentasinya, yaitu 0,5%. Itu karena SiCepat masih punya komitmen untuk tetap menjadi yang tercepat. "Kami masih pegang komitmen SiCepat," pungkasnya.

Lebih lanjut Wiwin mengakui, peluang CiCepat lima tahu ke depan cukup menantang, karena potensi perdagangan digital di Indonesia meningkat. Selain online shop, beberapa e-commerce yang telah bergabung dengan SiCepat Ekspres, antara lain Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, Blibli, Zilingo, Jakmall dan lainnya telah bergabung menggunakan jasa layanan SiCepat Ekspres.

Untuk menghadapi peluang itu, SiCepat menyiapkan infrastruktur yang kuat. Misalnya saat ini SiCepat menambah kapasitas gerai yang sampai dengan akhir tahun 2019 mencapai 737 di seluruh Indonesia. Angka ini tentu saja untuk memenuhi kapasitas 1 Juta paket/hari di tahun 2020. "Armada juga kita siapkan lebih banyak, kurir diperbanyak, nilai investasi tiga kali lipat, kurir, tmbah mesin sortir, IT juga kita kembangkan terus".

Selain itu, lanjutnya, beberapa program dan penawaran menarik senantiasa diluncurkan SiCepat Ekspres sebagai perwujudan perusahaan ekspedisi yang lebih dinamis, responsif dan inovatif dalam memberikan kualitas layanan dan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna jasa pengiriman barang.

Tentang SiCepat Ekspres


SiCepat Ekspres adalah perusahaan ekspedisi yang berdiri sejak tahun 2014, dimana pengiriman 15Jam Sampai untuk wilayah Jabodetabek dan Bandung serta pengiriman 1 hari Sampai untuk kota besar seluruh wilayah Indonesia merupakan fokus utama dalam pelayanannnya.

Berbasis sistem teknologi terkini, SiCepat Ekspres mempunyai cabang dan gerai yang tersebar di seluruh kota di Indonesia, mempunyai slogan Ketika Semua Jadi Mudah, dimana SiCepat Ekspres menjawab segala kebutuhan dan keinginan pelaku bisnis e-commerce.

(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dominasi E-Commerce...
Dominasi E-Commerce di Ekonomi Digital Indonesia
Ditopang E-Commerce,...
Ditopang E-Commerce, Ekonomi Digital RI Diramal Tembus Rp2.000 Triliun
Marak PHK Perusahaan...
Marak PHK Perusahaan Digital, Ini Strategi E-Commerce untuk Bertahan
E-Commerce Makin Moncer,...
E-Commerce Makin Moncer, Startup Binaan HUB.ID Perluas Pasar Pedesaan
Belanja Online Makin...
Belanja Online Makin Diminati, Transaksi Harian E-Commerce Melonjak 26%
Duh, Tingkat Kecurangan...
Duh, Tingkat Kecurangan Transaksi e-Commerce Capai 35%
Berita Terkini
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
14 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
20 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
24 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Infografis
Menakar Peluang Timur...
Menakar Peluang Timur Kapadze Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved