Era Pertanian 4.0 Milik Generasi Milenial

Jum'at, 11 Oktober 2019 - 16:13 WIB
Era Pertanian 4.0 Milik...
Era Pertanian 4.0 Milik Generasi Milenial
A A A
JAKARTA - Industri 4.0 merupakan industri yang mengedepankan teknologi. Dalam industri 4.0 bidang pertanian, tentu pertanian modern indikasinya. Pertanian modern yang dimaksud adalah bukan didominasi tenaga manusia lagi, melainkan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Makanya era Industri 4.0 di bidang pertanian ini merupakan milik generasi milenial karena mereka menguasai teknologi informasi dan komunikasi,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi.

Pembangunan pertanian itu sangat penting karena menyangkut dalam kekuatan suatu negara. Dedi menceritakan dulu ada negara adidaya yang bernama Uni Soviet, tetapi di tahun 1988 terjadi paceklik, sehingga terjadi krisis pangan. Dari krisis pangan itulah merembet ke berbagai aspek lainnya, mulai dari perekonomian hingga politik mengalami krisis.

“Sangat jelas sekali bahwa ketahanan pangan menjadi penting. Makanya menangani pangan itu harus serius, revolusioner dan radikal,” ujarnya.

Karena itu, untuk mencapai ketahanan pangan, yang diperlukan saat ini adalah modernisasi pertanian. Modernisasi pertanian yang paling utama adalah dengan mekanisasi.
Era Pertanian 4.0 Milik Generasi Milenial

Dedi mengatakan bahwa dengan mekanisasi tentu proses produksi jadi lebih singkat dan hemat biaya. “Saya ambil contoh. Sekarang sudah ada traktor yang dikendalikan dengan mesin. Tenaga manusia tetap digunakan, tetapi tidak menyetir traktornya secara langsung, melainkan dengan menggunakan remote dan komputer. Jadi bisa saja dikendalikan di luar wilayah yang sedang digarapnya. Tentu ini menembus ruang dan waktu. Selain itu, dengan mekanisasi dapat menghemat biaya hingga 60 persen,” terangnya.

Dalam mewujudkan pertanian modern memang punya semua pihak, tetapi yang menjadi penerus adalah kaum milenial dari segala sisi (bidang). Dedi mengatakan bahwa para mahasiswa merupakan salah satu kaum milenial penerus pembangunan pertanian, sehingga keterlibatan mahasiswa sangat penting dalam dunia pertanian Indonesia.

“Saya sebagai Kepala BPPSDMP saat ini bukanlah kaum milenial lagi. Kalian-kalian inilah (mahasiswa/i) merupakan generasi milenial yang melanjutkan kedepannya. Kalian merupakan modal penerus pembangunan pertanian Indonesia saat ini dan masa yang akan datang,” ungkapnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan untuk menggaet generasi milenial ikut serta dalam pembangunan pertanian adalah dengan melakukan konsolidasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan mahasiswa.
Era Pertanian 4.0 Milik Generasi Milenial

Caranya yakni dengan melibatkan mereka (mahasiswa) dalam mewujudkan program-program pembangunan pertanian. “Walaupun sekarang mahasiswa sudah terlibat dalam program-program yang diusung Kementan, tetapi rencananya tahun depan kami (Kementan) ingin memperkuat kembali peran mahasiswa dalam keikutsertaanya agar mereka lebih konkrit dalam mewujudkan program-program yang ada di Kementan,” terang Santi.

Contoh konkret keikutsertaan mahasiswa dalam program-program Kementan adalah melibatkan mahasiswa dalam Program Upsus Pajale, Program Siwab, Program Bekerja, dan masih banyak lainnya.

“Jadi kita akan melakukan akselerasi antara Kementan dengan mahasiswa. Misalnya seperti ini kita undang semua Eselon 1 bersama dengan mahasiswa. Lalu diungkapkan program-program setiap eselon-eselon. Misalnya ada mahasiswa yang tertarik untuk terlibat dalam Program Serasi , nanti kita libatkan ke sana,” ungkap Santi.
(akn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved