Kembangkan Produk Tekstil, Kemenperin Sertifikasi 500 Penjahit

Jum'at, 11 Oktober 2019 - 17:35 WIB
Kembangkan Produk Tekstil,...
Kembangkan Produk Tekstil, Kemenperin Sertifikasi 500 Penjahit
A A A
BANDUNG - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong tumbuhnya wirausaha baru di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) melalui peningkatan tenaga profesional penjahit. Pemerintah menargetkan sebanyak 500 tenaga penjahit bisa tersertifikasi.

Direktur Industri Kecil Menengah (IKM), Kimia, Sandang, Kerajinan dan Aneka Industri Kemenperin E Ratna Utarianigrum mengatakan, pihaknya terus mendorong lahirnya wirausaha baru dari sektor TPT. Apalagi potensi dari bisnis ini diprediksi akan terus membaik seiring pangsa pasar yang cukup baik di dalam negeri.

"Ekspor pakaian jadi juga terus tumbuh, dimana angkanya saat ini mencapai USD5,6 juta dan diperkirakan akan terus tumbuh. Ini menjadi tantangan kita bersama," kata Ratna usai penutupan acara Bimbingan Teknis Sertifikasi Pakaian Jadi, di Gedung TPT Indag, Kota Bandung, Jumat (11/10/2019).

Upaya mendorong tumbuhnya wirausaha baru dari produk pakaian jadi dilakukan melalui sertifikasi tenaga penjahit. Program sertifikasi yang digelar kali ini diikuti 165 peserta. Mereka adalah penjahit namun belum memiliki sertifikasi atas keahliannya.

"Ini sebenarnya baru berjalan dua tahun. Kami menargetkan 500 penjahit memiliki sertifikasi keahlian hingga akhir tahun 2019. Dengan begitu, diharapkan mutu dan kualitas jahitan mereka terstandarisasi dan memenuhi kebutuhan buyer," jelas Ratna.

Kegiatan Bimbingan dan Sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dilakukan di kota lainnya yaitu Surabaya, DKI Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, Semarang dan Yogyakarta. Kegiatan ini penting dilakukan karena selama ini IKM fesyen/desainer kesulitan mendapatkan penjahit yang mampu memproduksi pakaian dalam jumlah banyak dengan kualitas yang terstandardisasi.

"Karena biasanya kalau membuat sampel bagus tapi ketika menjahit dalam jumlah banyak kualitasnya tidak sebaik sampel. Padahal, mutu sebuah produk sangat ditentukan oleh bahan dan jahitannya. Pembeli akan melihat kerapihan jahitan saya membeli produk," beber dia.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Imbas Covid-19, Industri...
Imbas Covid-19, Industri Tekstil dan Produk Tekstil Minus 1,24%
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Izin Operasional dan...
Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri Dipermudah Saat Pandemi Corona
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
Gandeng Marketplace,...
Gandeng Marketplace, Kemenperin Gairahkan Industri Kopi
Dihantam Corona, 60...
Dihantam Corona, 60 Persen Industri Menderita
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
5 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
5 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
5 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
6 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
6 jam yang lalu
Infografis
Terlalu Banyak Tekanan,...
Terlalu Banyak Tekanan, 500 Perwira Israel Mengundurkan Diri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved