Pengusaha Migas Ingin Insentif Berpihak ke Perusahaan Nasional

Senin, 14 Oktober 2019 - 22:33 WIB
Pengusaha Migas Ingin...
Pengusaha Migas Ingin Insentif Berpihak ke Perusahaan Nasional
A A A
JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) mengharapkan, adanya insentif yang berpihak terhadap perusahaan nasional sehingga bisa memacu semakin banyak yang terlibat di sektor migas. Selain itu perlu adanya perbaikan dalam Kontrak Kerja Sama (PSC/KKS).

"Tunjuk langsung wilayah-wilayah Pertamina yang tidak digarap dan wilayah-wilayah yang ditawarkan pemerintah yang banyak diminati oleh perusahaan nasional," tutur Ketua Aspermigas John Karamoy di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Selain itu terang dia, tidak perlu ada pembayaran signature bonus pada waktu penandatanganan kontrak, tetapi signature bonus yang diterima oleh pemerintah dibayarkan setelah ada penemuan. Cara-cara pembayaran signature bonus itu kemudian akan diatur dalam perjanjian kerjasama.

"BUMD juga perlu dilibatkan sebagai mitra dalam Gross Split dengan tugas mengurus dan mendanai biaya-biaya yang berhubungan dengan pembebasan lahan untuk keperluan operasi hulu migas di wilayahnya," tambah John.

Selain insentif keberpihakan, Aspermigas juga menyarankan agar bank-bank nasional dapat mendanai keperluan investasi perusahaan-perusahaan nasional melalui satu skema yang diterapkan dengan nilai-nilai etik dan diawasi terus menerus oleh suatu Badan Pengawas yang terdiri dari para wakil bank dan perusahaan nasional itu.

"Pertamina, sebagai pemeran utama dalam industri migas nasional, disarankan agar anak perusahaan yang bergerak di bidang hulu segera menjadi perusahaan Tbk. Sehingga lebih mudah menggalang dana publik memperkuat kegiatan eksplorasi dan kemampuan menemukan dan mengelola cadangan-cadangan raksasa," papar John.

Hal itu juga sebagai upaya target produksi migas per 2019 adalah sebanyak 775 ribu barel per hari atau 282 juta barel/tahun. Untuk mempertahankan produksi cadangan baru minyak bumi, harus ditemukan sebesar 282 juta barel/tahun dengan success ratio 10%.

"Dengan demikian, kita memerlukan dana investasi eksplorasi untuk menggantikan cadangan minyak 282 juta barel per tahun itu sebanyak USD6 miliar untuk 10 tahun," ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SKK Migas Patok Dana...
SKK Migas Patok Dana Investasi 12,3 Miliar Dolar AS di 2021
Investasi Migas Turun,...
Investasi Migas Turun, Investor Masih Tunggu Status SKK Migas
Siapa Bilang Ambles?...
Siapa Bilang Ambles? Ini Sumbangsih Industri Hulu Migas untuk Ketahanan Energi Nasional
Banyak Perusahaan Migas...
Banyak Perusahaan Migas Asing Kabur dari Indonesia, Begini Kata SKK Migas
Siapa Bilang Harta Karun...
Siapa Bilang Harta Karun Migas RI Sudah Habis, Nih Buktinya
Kuartal III tahun 2023,...
Kuartal III tahun 2023, Cadangan Migas Tambah hingga 543,67 MMBOE
Berita Terkini
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
5 menit yang lalu
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Hadirkan Beragam Inovasi Engineering Melalui PINDEX 2026
2 jam yang lalu
Ika Unpad Luncurkan...
Ika Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau, Dorong Transformasi Nasional
2 jam yang lalu
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
3 jam yang lalu
IHSG Berakhir Menguat...
IHSG Berakhir Menguat usai Libur Panjang, Hari Ini Sentuh Level 6.195
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved