Pemerintah Tertibkan Pelaku Usaha dan Sempurnakan Kebijakan Industri TPT

Senin, 14 Oktober 2019 - 23:16 WIB
Pemerintah Tertibkan...
Pemerintah Tertibkan Pelaku Usaha dan Sempurnakan Kebijakan Industri TPT
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan melakukan pengawasan dan mentertibkan pelaku usaha dalam menyempurnakan kebijakan Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan kebijakan ini dilakukan dalam rangka menjamin good governance dan menjaga daya saing produk lokal.

"Pengawasan yang dilakukan bertujuan memberikan sinyal bahwa perekonomian Indonesia terus dijaga. Pada dasarnya kami juga ingin mendukung kegiatan ekonomi dengan kepatuhan yang baik, dengan efisiensi yang tinggi, sehingga daya saing ekonomi Indonesia juga meningkat," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Dia mengatakan hasil pengawasan tersebut, DJBC telah melakukan upaya penertiban terhadap Pusat Logistik Berikat (PLB) dan non-PLB, DJBC juga selalu berkoordinasi dengan stakeholder dalam mentertibkan pusat PLB.

"Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, berbagai asosiasi antara lain Asosiasi Produsen Synthetic Fibre Indonesia (APSyFI), Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB), Perkumpulan Pusat Logistik Berikat Indonesia (PPKBI), Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Asosiasi Pengusaha Industri Kecil Menengah Indonesia (APIKMI), dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN), serta perusahaan yang bergerak di industri tekstil dan produk tekstil," jelasnya.

Sri Mulyanu menambahkan untuk lebih mengoptimalkan pengawasan akan dibentuk Satgas yang melibatkan seluruh pihak yang terkait. Kementerian Keuangan diwakili oleh DJBC dan DJP.

"Pada akhirnya, pemerintah akan terus membuka pintu dalam menerapkan kebijakan terbaik agar dapat tercipta aturan yang inklusif bagi semua pihak, untuk menciptakan efisiensi sistem logistik nasional dalam rangka mendorong laju perekonomian Indonesia," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Peresmian Kawasan Berikat...
Peresmian Kawasan Berikat SIOEN Semarang Asia, Dorong Ekspansi Ekspor Garmen Asal Kendal
APSyFI Sebut Bobroknya...
APSyFI Sebut Bobroknya Bea Cukai Jadi Penyebab PHK Massal Industri Tekstil
Mau Naikin Harga Rokok,...
Mau Naikin Harga Rokok, Menkeu Diminta Merujuk UU Cukai
Sri Mulyani Minta Petugas...
Sri Mulyani Minta Petugas Bea Cukai Enggak Asal Acak-acak Koper Penumpang
Dirjen Bea Cukai Tinjau...
Dirjen Bea Cukai Tinjau Kawasan Berikat, Dorong Pertumbuhan Industri dan Ekspor
Sri Mulyani: Digitalisasi...
Sri Mulyani: Digitalisasi Bea Cukai Cegah Perdagangan Gelap
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
15 menit yang lalu
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
1 jam yang lalu
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
2 jam yang lalu
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
4 jam yang lalu
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
4 jam yang lalu
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
6 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved