IHSG Berakhir Naik Ditopang Aksi Beli Asing Rp3,05 Triliun, Bursa Asia Mixed

Kamis, 17 Oktober 2019 - 16:57 WIB
IHSG Berakhir Naik Ditopang...
IHSG Berakhir Naik Ditopang Aksi Beli Asing Rp3,05 Triliun, Bursa Asia Mixed
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Kamis (17/10/2019) berakhir naik untuk menjaga tren positif sepanjang pekan ini, meski terkoreksi dari pembukaan. Hingga akhir sesi, IHSG menanjak 11,42 poin atau 0,19% ke posisi 6.181,01.

Sebelumnya pada awal perdagangan, bursa saham Tanah Air telah tampil dengan peningkatan dimana bertambah 18,640 poin atau setara 0,302% menjadi 6.188,23. Raihan itu lebih baik dari penutupan Rabu (16/10) yang bertengger di 6.169,59.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp9,26 triliun dengan 17,16 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp208,71 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,84 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,05 triliun. Tercatat sebesar 232 saham menguat, 185 melemah dan 169 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) naik Rp250 menjadi Rp6.625, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk. (SLIS) bertambah Rp245 menjadi Rp1.225 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melonjak Rp125 ke posisi Rp7.375.

Sementara saham-saham dengan pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp550 menjadi Rp54.100, PT Pool Advista Indonesia Tbk. (POOL) jatuh Rp200 menjadi Rp1.800 serta PT Grand Kartech Tbk. (KRAH) merosot Rp195 menjadi Rp930.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham wilayah Asia Pasifik diperdagangkan mixed alias variatif pada perdagangan Kamis, saat investor tetap waspada terhadap prospek pertumbuhan global. Ditambah negosiasi Brexit yang sedang berlangsung antara Britania Raya dan Uni Eropa masih menjadi perhatian para pelaku pasar.

Tren penurunan terlihat pada pasar saham daratan China, dimana Komposit Shanghai menyusut 0.05% yang setara dengan 1,38% pada level 2,977.33 sedangkan Komposit Shenzhen ditutup cenderung mendatar. Sementara indeks Hang Seng, Hong Kong mendapatkan tambahan sebesar 0,69% untuk berakhir menghijau.

Saham pengembang properti yang melompat setelah pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengumumkan, bakal mengurangi shortage perumahan serta meredam aksi protes anti pemerintah. Hal itu menjadi sentimen positif yang mendorong bursa Hang Seng lebih tinggi.

Indeks Nikkei Jepang secara fraksional ditutup lebih rendah pada level 22.451,86 untuk mengiringi kejatuhan indeks Topix sebesar 0,45% menjadi 1.624,16. Selanjutnya bursa utama Korea Selatan yakni indeks Kospi menyusut 0,23% menjadi 2.077,94.

Saham di Singapura jatuh saat indeks Straits Times turun 0,64% pada sore harinya. Negara Asia Tenggara yang baru-baru ini menghindar resesi teknis, mengatakan pada hari Kamis yang ekspor non-minyak domestik tergelincir oleh 8,1% pada bulan September atau lebih buruk daripada perkiraan yakni jatuh 7%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siap Keluar dari Konsolidasi...
Siap Keluar dari Konsolidasi Wajar, IHSG Diprediksi Menguat
Pasar Modal Kembali...
Pasar Modal Kembali ke 5.000 dari Titik Terendah, Airlangga: Kita Punya Daya Tahan
Ada Libur Panjang, Gerak...
Ada Libur Panjang, Gerak IHSG Pekan Ini Bakal Terbatas
IHSG Diprediksi Bakal...
IHSG Diprediksi Bakal Menguat, Simak Nih 6 Saham Ini
IHSG Diprediksi Reli,...
IHSG Diprediksi Reli, Mainkan 6 Saham Berikut Ini
IHSG Rebound Usai Anjlok...
IHSG Rebound Usai Anjlok 6, Kepercayaan Investor Kembali
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
1 jam yang lalu
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
1 jam yang lalu
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
1 jam yang lalu
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
1 jam yang lalu
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
9 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
10 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Beli Rudal...
Indonesia Beli Rudal BrahMos India Senilai Rp7,3 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved