Darmin Ungkap 4 Prestasi dan 1 Kelemahan Pemerintahan Jokowi-JK

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 10:52 WIB
Darmin Ungkap 4 Prestasi...
Darmin Ungkap 4 Prestasi dan 1 Kelemahan Pemerintahan Jokowi-JK
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan ada sejumlah prestasi yang diraih pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam lima tahun. Menurutnya, dalam kondisi makroekonomi, Indonesia tergolong memiliki capaian yang baik.

Pertama, pertumbuhan ekonomi dapat terjaga stabil di angka 5%, ditengah kondisi ketidakpastian global. Meski memang trennya mengalami perlambatan, namun lebih baik ketimbang negara-negara lain.

"Pertumbuhan ekonomi masih berada di 5%, penurunannya paling sedikit dari berbagai negara. Dibandingkan dengan China yang pertumbuhannya menjadi 6% dari sebelumnya 8,5%," ujar Darmin di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Prestasi selanjutnya adalah inflasi yang terjaga. Indonesia selama lima tahun berhasil menjaga inflasi dalam sasaran 3,5% secara berturut-turut. Capaian ini menurutnya cukup membanggakan, mengingat kondisi ekonomi global yang penuh gejolak, disamping juga Indonesia pernah memiliki sejarah inflasi hingga dobel digit di zaman pemerintahan Orde Baru.

"Inflasi tetap terjaga dikisaran 3,2% hingga 3,3% di setiap tahunnya. Belum pernah Indonesia menikmati stabilitas seperti ini, terjadi dalam waktu lima tahun berturut-turut," katanya.

Selain itu, tingkat kemiskinan juga mengalami perbaikan. Data Badan Pusat Statistik mencatat sejak 2015-2019, pemerintah telah menekan angka kemiskinan. Pada Maret 2015, angka kemiskinan 11,22% setara dengan 28.59 juta penduduk miskin.

Kemudian pada Maret 2019, angka kemiskinan menjadi 9,41% atau setara 25,14 juta penduduk miskin. "Tingkat kemiskinan turun secara konsisten," katanya.

Seiring dengan penurunan kemiskinan, tingkat ketimpangan (gini ratio) juga mengalami perbaikan. Prestasi keempat menurut Darmin itu, memang dicatat BPS pada Maret 2019 sebesar 0,382, turun dibanding Maret 2016 sebesar 0,397. "Gini ratio itu hal yang susah dipadamkan," tambahnya.

Meski demikian, Darmin memberikan satu catatan yakni kelemahan perekonomian Indonesia selama itu. Yaitu defisit neraca dagang yang pada akhirnya berimbas pada defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan Jokowi selanjutnya.

Data BPS menunjukkan sepanjang Januari-September 2019, kinerja neraca perdagangan Indonesia defisit sebesar USD1,94 miliar. Realisasi ini lebih baik dari periode Januari-September 2018 yang defisit sebesar USD3,81 miliar.

Laju komoditas nonmigas sepanjang awal tahun hingga akhir September 2019 tercatat surplus USD4,49 miliar. Sedangkan untuk komoditas migas tercatat defisit sebesar USD6,44 miliar.

"Memang yang kurangnya neraca perdagangan yang berimbas ke CAD. Tapi ini mulai menunjukkan penurunan dari tahun lalu," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bakir Pasaman dan Darmin...
Bakir Pasaman dan Darmin Nasution Masuk Jajaran Petinggi PT Pupuk Indonesia
Menteri Ekonomi Jokowi...
Menteri Ekonomi Jokowi Kumpul di Bali, Ada Apa?
Menjaga Pertumbuhan...
Menjaga Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
Indonesia Dipastikan...
Indonesia Dipastikan Masuk ke Dalam Jurang Resesi Ekonomi
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
3 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
3 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
3 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
4 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
4 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved